Titik Api di Sumsel Melonjak, Kualitas Udara Ogan Ilir Masuk Level Berbahaya

Writer: - Minggu, 23 Agustus 2026
Kondisi kabut asap di salah satu fasilitas umum di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Minggu (23/8/2026)(Foto/video: Sumselupdate)

Palembang, Sumselupdate.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan tajam di tengah puncak musim kemarau. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah yang kini berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumsel Sudirman mengatakan, berdasarkan pantauan satelit pada Minggu (23/8/2026), jumlah hotspot di Sumsel mencapai 1.742 titik.

Read More

“Jumlah titik hotspot hari ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan Sabtu, 22 Agustus, sebanyak 600 titik,” kata Sudirman, Minggu (23/8/2026).

Lonjakan hotspot tersebut beriringan dengan memburuknya kualitas udara di sejumlah daerah. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2,5, Ogan Ilir mencatat angka tertinggi, yakni 365 atau masuk kategori ‘berbahaya’.

Sementara itu, kualitas udara di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada pada angka 201 dengan kategori sangat tidak sehat. Palembang tercatat 195 atau ‘tidak sehat’, sedangkan Musi Banyuasin mencapai 106 yang juga masuk kategori ‘tidak sehat’.

Sudirman mengingatkan kondisi tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai, terlebih Sumsel saat ini berada di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

“Mari bersama-sama cegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Selain berdampak terhadap kualitas udara, kabut asap yang semakin tebal juga menyebabkan jarak pandang terbatas, terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut terjadi baik di darat maupun di udara.

BPBD Sumsel mencatat jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada pukul 07.30 WIB hanya sekitar 500 meter dengan kondisi berkabut.

Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan tim terkait terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi.

Dukungan pemadaman dari udara juga disiapkan. Saat ini terdapat enam unit helikopter yang disiagakan, dengan 5 unit dalam posisi standby. Sementara 1 unit lainnya digunakan untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dengan meningkatnya jumlah hotspot dan memburuknya kualitas udara, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembukaan lahan dengan cara membakar. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts