Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk pada Kamis (8/10/2026) dini hari. Pemantauan aplikasi IQAir menunjukkan sejumlah wilayah mengalami lonjakan polusi udara hingga masuk kategori Berbahaya, dengan angka tertinggi mencapai 1.591 di kawasan GP Plm.
Kabut asap yang menyelimuti Palembang juga dirasakan langsung masyarakat. Bau asap menyengat hingga masuk ke dalam rumah, disertai keluhan sesak napas dan mata perih.
Berdasarkan pantauan IQAir sekitar pukul 01.00 WIB, lima wilayah di Palembang terpantau mengalami kualitas udara pada level Berbahaya. Rinciannya, Sukarami mencatat angka 400, Musi Dua 445, Demang Lebar Daun 332, Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 336, dan GP Plm 360.
Kondisi tersebut semakin memburuk dalam pemantauan berikutnya. Pada pukul 02.00 WIB, angka kualitas udara di Sukarami melonjak menjadi 692, Demang Lebar Daun mencapai 806, Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 1.107, sedangkan GP Plm tercatat 360.
Memasuki pukul 04.00 WIB, lonjakan polusi udara semakin mengkhawatirkan. Sukarami mencatat angka 802, Musi Dua 600, Demang Lebar Daun 989, Universitas Sriwijaya Bukit Kecil 1.346, dan GP Plm mencapai 1.591.
Perubahan angka tersebut menunjukkan kondisi polusi udara di sejumlah titik Palembang dapat berubah dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir dan mengurangi paparan asap.
Pembelajaran Daring Diperpanjang hingga 10 Oktober
Memburuknya kualitas udara juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa TK, SD, dan SMP di Palembang diperpanjang mulai 8 hingga 10 Oktober 2026.
Orang tua diminta mengawasi anak-anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik.
Anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara. Karena itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika asap semakin pekat.
BMKG Pernah Catat PM2.5 Ekstrem
Sebelumnya, BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palembang sempat mencapai 881 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Senin (5/10/2026).
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa peningkatan konsentrasi PM2.5 terpantau di Stasiun Musi Dua dan Talang Betutu.
Menurut data yang disampaikan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi Dua mencapai puncak 802,3 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB. Sementara itu, Stasiun Talang Betutu mencatat angka tertinggi 881 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Partikulat PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dapat memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan saat polusi tinggi. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus.
Dengan lonjakan angka pemantauan IQAir hingga 1.591 pada Kamis dini hari, masyarakat Palembang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan kabut asap dan mengikuti informasi kualitas udara serta imbauan resmi dari instansi terkait.
(**)







