Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran di delapan kabupaten dan kota.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan OMC merupakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat langkah pencegahan selama musim kemarau.
“OMC mulai dilaksanakan sejak Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan dari BNPB dan direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2026,” ujar Ferdian.
Pada hari pertama pelaksanaan, pesawat penyemaian awan melakukan satu sorti dengan sasaran wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir.
Sementara pada hari kedua, operasi ditingkatkan menjadi dua sorti dengan fokus penyemaian awan di wilayah rawan karhutla, khususnya Kabupaten OKI dan Banyuasin.
Menurut Ferdian, OMC menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla yang kini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dibandingkan pemadaman setelah api membesar.
Melalui penyemaian awan potensial, pemerintah berupaya meningkatkan curah hujan guna menjaga kelembapan lahan, terutama kawasan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
“Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman karhutla di Sumsel yang kini berada pada status kewaspadaan tinggi,” katanya.
Delapan Daerah Dilanda Karhutla
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat kebakaran pada Selasa (4/8/2026) terjadi di delapan daerah, yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muaraenim, Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Prabumulih, dan Kota Palembang.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 52 hektare berdasarkan laporan tim darat dan patroli udara.
“Wilayah OKI menjadi daerah dengan kebakaran terluas. Api membakar lahan gambut dan lahan mineral di sejumlah titik seperti Lebak Pancur, Menang Raya, Lebung Batang, serta Kecamatan Pampangan. Sebagian lokasi masih mengeluarkan asap tipis sehingga memerlukan pemadaman lanjutan,” ujarnya.
Di Kabupaten Banyuasin, pemadaman difokuskan di Kecamatan Rantau Bayur dengan mengerahkan tiga helikopter yang melakukan 107 kali water bombing pada lahan seluas sekitar empat hektare.
Sementara di Kabupaten Ogan Ilir, helikopter telah melakukan 85 kali water bombing untuk memadamkan kebakaran seluas sekitar lima hektare di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat.
Adapun di Kota Palembang, kebakaran melanda sejumlah lokasi dengan total luas sekitar 9,5 hektare, di antaranya Jalan Talang Kepuh, Jalan Karang Sari, Jalan Serang, kawasan Tol Palembang–Kayuagung, hingga Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Talang Buruk.
Selain itu, patroli udara juga mendeteksi kebakaran di Karang Agung dan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, sementara titik api masih terpantau di Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muaraenim. Kebakaran skala kecil di Kabupaten OKU dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
(**)











