Lahat, Sumselupdate.com – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Lahat mulai menghadapi kendala pada tahap implementasi. Sejumlah desa di Kecamatan Pajar Bulan mengaku belum dapat membangun gedung koperasi karena belum memiliki lahan yang dapat digunakan.
Padahal, Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
Program ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari memperpendek rantai distribusi, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, hingga memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain layanan simpan pinjam, Kopdes Merah Putih juga dirancang memiliki berbagai unit usaha seperti gerai sembako, penyaluran obat murah, gudang penyimpanan atau cold storage, layanan logistik, hingga klinik desa yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Namun di Kecamatan Pajar Bulan, cita-cita tersebut masih terkendala persoalan mendasar, yakni belum tersedianya lahan untuk pembangunan gedung koperasi.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperlambat pelaksanaan program apabila tidak segera mendapat solusi dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Lahat Daerah Pemilihan VI, Harlin Kurniawan, meminta pemerintah desa segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Pemerintah desa bisa langsung berkoordinasi dengan dinas terkait. Selain itu juga dapat mengajukan pinjam pakai aset milik Pemerintah Kabupaten Lahat, seperti aset Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai lokasi Kopdes Merah Putih,” ujar Harlin.
Menurutnya, pemanfaatan aset milik pemerintah daerah dapat menjadi solusi agar pembangunan Kopdes Merah Putih tidak terhambat hanya karena persoalan lahan.
Ia berharap percepatan pembangunan koperasi tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat desa, khususnya petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan, distribusi, serta pemasaran hasil usaha.
Harlin menambahkan, keberhasilan program Kopdes Merah Putih tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan.
“Jika persoalan lahan dapat segera diatasi, program ini akan lebih cepat berjalan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
(**)











