Palembang, Sumselupdate.com – Persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan periode 2026-2031 dipastikan berlangsung tanpa rival. Hingga penutupan pendaftaran calon ketua pada Sabtu (1/8/2026), hanya satu nama yang resmi mendaftar, yakni Andie Dinialdie.
Situasi tersebut membuat peluang Andie Dinialdie memimpin Partai Golkar Sumsel melalui mekanisme aklamasi semakin terbuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Sumsel yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026).
Ketua Tim Verifikasi Pencalonan Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel, Surya R, membenarkan hingga batas akhir pendaftaran tidak ada kandidat lain yang mengajukan diri sebagai calon ketua.
“Sampai dengan penutupan semalam (1 Agustus), hanya satu orang yang mengambil dan mengembalikan formulir, yaitu Andie Dinialdie,” ujar Surya.
Meski hanya terdapat satu kandidat, Surya menegaskan penetapan Ketua DPD Golkar Sumsel tetap akan diputuskan melalui mekanisme sidang pleno Musda XI sesuai ketentuan organisasi.
“Keputusan final tetap berada di forum Musda melalui sidang pleno,” katanya.
Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel sendiri tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi menjelang agenda politik nasional berikutnya.
Musda dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Dalam arahannya, Bahlil meminta seluruh kader Golkar memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan guna menghadapi Pemilu mendatang.
Menurutnya, hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar telah menetapkan dua agenda strategis yang wajib dijalankan seluruh jajaran partai.
Pertama, meningkatkan jumlah kursi legislatif di semua tingkatan, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.
Kedua, memastikan Partai Golkar menjadi kekuatan utama dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Target kita jelas, kursi legislatif harus bertambah di semua tingkatan. Karena itu, konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti di tingkat provinsi, tetapi harus berlanjut hingga kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan,” tegas Bahlil.
Bahlil juga mengingatkan kader Golkar agar tetap berpegang pada sejarah berdirinya partai sebagai kekuatan politik yang lahir dari kebutuhan bangsa.
“Golkar lahir dari tuntutan rakyat dan kebutuhan bangsa untuk menjaga persatuan Indonesia. Golkar lahir dari rahim rakyat. Pemilik saham Golkar adalah rakyat Indonesia, bukan perseorangan atau keluarga tertentu,” ujarnya.
Saat ini, Golkar Sumsel memiliki modal politik berupa tiga kursi DPR RI, 12 kursi DPRD Sumsel termasuk jabatan Ketua DPRD Sumsel, serta 85 kursi DPRD kabupaten/kota.
Namun, Bahlil menilai capaian tersebut belum cukup sehingga seluruh kader diminta bekerja lebih keras agar Golkar mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu mendatang.
Dengan hanya munculnya satu kandidat, perhatian peserta Musda kini tertuju pada proses sidang pleno yang diperkirakan akan mengukuhkan Andie Dinialdie sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2026-2031 secara aklamasi.
(**)











