Bupati Askolani Pimpin Panen Raya IP 200 di Muara Sugihan, Optimistis Produksi Padi Banyuasin Terus Meningkat Meski Diterpa Hama Tikus

Writer: - Kamis, 9 Juli 2026

Muara Sugihan, Sumselupdate.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menjaga ketahanan pangan kembali ditegaskan. Bupati Banyuasin, Askolani, turun langsung memimpin Panen Raya Indeks Pertanaman (IP) 200 di Desa Tirta Raharja sekaligus meninjau tanaman jagung IP 300 di Desa Rejosari, Kecamatan Muara Sugihan, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Askolani menyampaikan optimismenya terhadap hasil panen padi yang diperkirakan mencapai 3 hingga 4 ton, meski para petani masih menghadapi ancaman serius dari serangan hama tikus. Ia meminta seluruh petani segera menyelesaikan proses panen agar hasil produksi tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

“Insya Allah setelah panen hari ini, semua hasil panen selamat dari hama tikus. Oleh sebab itu, petani harus secepatnya menyelesaikan panen hari ini. Ini disebabkan tidak meratanya waktu tanam. Ke depan sebaiknya waktu tanam dilakukan secara serentak agar dapat mengurangi kendala serangan hama tikus,” ujar Askolani.

Menurutnya, keseragaman jadwal tanam menjadi salah satu solusi efektif dalam menekan serangan hama sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuasin.

Lebih lanjut, Askolani mengungkapkan bahwa hingga saat ini produksi padi Kabupaten Banyuasin telah mencapai 1.044.000 ton. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui pendampingan langsung kepada petani dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Mudah-mudahan Banyuasin tetap mampu menjaga hasil produksi panen di seluruh wilayah. Bahkan kami berharap produksinya terus meningkat. Kehadiran kami di sini untuk mendukung, memotivasi, mengedukasi sekaligus mengetahui secara langsung berbagai permasalahan yang dihadapi petani di Kecamatan Muara Sugihan,” katanya.

Selain memanen padi, Bupati juga meninjau perkembangan tanaman jagung IP 300 di Desa Rejosari. Ia menilai pemanfaatan musim kemarau untuk budidaya jagung merupakan langkah tepat yang menunjukkan kemampuan petani Banyuasin dalam menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca.

“Petani kita sudah sangat memahami kapan waktu yang tepat menanam padi dan kapan menanam jagung. Saat musim kemarau seperti sekarang, jagung menjadi pilihan yang tepat karena jika ditanam saat musim hujan berisiko membusuk. Saya optimistis hasil panennya nanti juga akan baik,” ungkapnya.

Askolani meyakini pengalaman dan kemampuan para petani Banyuasin dalam mengelola musim tanam akan terus mendorong peningkatan kualitas maupun kuantitas produksi pertanian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan petani menjadi kunci agar Banyuasin tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Banyuasin Alpian Soleh, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin Sarip, Kepala BPBD Reza Agust Perdana, Plt Kepala Dinas Kominfo Hj Ida Bahagia, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Indah Deryane, Plt Kepala Disperkimtan Ahmad Sabarudin, serta Sekretaris Camat Muara Sugihan Nyamirin. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts