Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membagikan kisah perjalanan hidupnya membangun usaha dari nol hingga meraih kesuksesan saat menghadiri kegiatan Bincang Santai Sultan Muda bersama calon Sultan Muda dan pimpinan lembaga keuangan di Pempek Mama Musi, Jalan A Rivai, Palembang, Jumat (24/7/2026).
Di hadapan para pelaku usaha muda, Herman Deru mengisahkan bahwa sebelum menjadi kepala daerah, dirinya telah melewati berbagai pekerjaan dan tantangan dalam membangun usaha.
Ia mengaku tidak banyak masyarakat yang mengetahui perjalanan panjang tersebut. Bahkan, pada usia 35 tahun dirinya telah memiliki lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam pembangunan landasan pacu Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hingga proyek Jalan Tol Cipularang.
“Orang melihat saya sekarang sudah sukses. Tapi orang tidak tahu, dulu saya pernah jual jagung, membawa jagung ke mana-mana sampai ke Soak Simpur mencari pembeli. Saya juga pernah membersihkan sasis mobil sampai akhirnya memiliki ratusan dump truck. Maaf, ini bukan untuk sombong, tetapi agar bisa menjadi inspirasi,” ujar Herman Deru.
Menurut Herman Deru, keberhasilan tidak pernah diraih secara instan. Kesuksesan hanya dapat dicapai melalui kerja keras, komitmen, ketekunan, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga membagikan prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan usaha, yakni 3K, yaitu konsisten, konsekuen, dan kecepatan.
Ia menjelaskan, konsistensi harus diikuti dengan sikap konsekuen terhadap komitmen yang telah dibangun. Selain itu, pelaku usaha juga harus mampu menjaga reputasi serta memiliki kecepatan dalam mengikuti perkembangan dunia bisnis.
“Konsisten saja belum cukup. Yang lebih penting adalah konsekuen terhadap komitmen yang sudah dibangun. Citra atau reputasi usaha juga sangat penting. Dan yang terakhir adalah kecepatan, yakni kemampuan mengikuti perkembangan dunia bisnis agar tetap relevan dan kompetitif,” katanya.
Herman Deru menilai perkembangan dunia usaha berlangsung sangat cepat sehingga pelaku UMKM maupun wirausahawan muda dituntut mampu membaca peluang, beradaptasi dengan teknologi, dan merespons kebutuhan pasar secara tepat.
Ia juga mengapresiasi komunitas Sultan Muda Sumsel yang dinilai telah menjadi wadah pembinaan sekaligus lahirnya pengusaha-pengusaha muda di Sumatera Selatan.
“Saya berharap kejayaan Sultan Muda terus ditingkatkan. Tugas kita bersama adalah menciptakan semakin banyak pengusaha muda yang tangguh dan mampu bersaing. Saya sangat bahagia karena jumlah Sultan Muda Sumsel kini sudah lebih dari 10.700 orang,” ujarnya.
Untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, Pemerintah Provinsi Sumsel menyiapkan tiga strategi utama.
Pertama, meningkatkan keterampilan calon pengusaha melalui berbagai pelatihan dan coaching clinic kewirausahaan.
Kedua, memperluas akses pembiayaan melalui berbagai skema permodalan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan usaha.
Ketiga, memperluas akses pasar melalui pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang diharapkan menjadi gerbang ekspor baru bagi Sumatera Selatan.
“Insyaallah Tanjung Carat berjalan sesuai jadwal. Dengan hadirnya pelabuhan ini, para eksportir Sumatera Selatan tidak lagi bergantung pada daerah lain sehingga peluang pasar akan semakin terbuka,” ungkapnya.
Menutup paparannya, Herman Deru mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi unggulan Sumatera Selatan, seperti sektor perkebunan karet dan sawit.
“Kita ingin melalui bincang santai ini pola pikir anak muda berubah, dari pencari kerja menjadi pemberi kerja. Jadi bukan hanya terpaku mencari lowongan kerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengatakan OJK bersama industri perbankan, Pegadaian, dan perusahaan asuransi terus mendukung Program 100.000 Sultan Muda Sumsel yang digagas Gubernur Herman Deru.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi program sekaligus menjadikan Sultan Muda Sumsel sebagai salah satu model pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva HD, S.Ked., M.M., pimpinan perbankan, pimpinan industri jasa keuangan nonbank, serta para Sultan Muda Sumatera Selatan.
(**)











