Istri Meninggal Usai Operasi Caesar, Warga Muaraenim Laporkan Dokter dan RS Fadhilah Prabumulih ke Polda Sumsel

Writer: - Selasa, 14 Juli 2026
Kevin Agustinus didampingi kuasa hukumnya usai melaporkan dugaan malapraktik yang menyeret seorang dokter dan RS Fadhilah Prabumulih ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (14/7/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Diaz Erlangga)

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim, Kevin Agustinus (26), melaporkan seorang dokter berinisial EN dan pihak RS Fadhilah Prabumulih ke Polda Sumsel atas dugaan malapraktik setelah istrinya meninggal dunia sehari usai menjalani operasi caesar.

Laporan tersebut disampaikan Kevin ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel pada Selasa (14/7/2026), didampingi penasihat hukumnya, Darmadi Djufri.

Read More

Selain dugaan malapraktik, laporan itu juga memuat dugaan pemberian keterangan yang tidak sesuai dalam penanganan pasien, termasuk dugaan ketidaksesuaian isi rekam medis.

Kevin melaporkan kasus tersebut setelah istrinya, Suci Anjeli (22), meninggal dunia sehari setelah menjalani operasi caesar di RS Fadhilah Prabumulih pada pertengahan Mei 2026.

Kuasa hukum Kevin, Darmadi Djufri, mengatakan korban diduga mengalami pendarahan setelah mendapatkan tindakan medis saat menjalani masa observasi pascaoperasi.

Menurutnya, bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat, sementara korban ditempatkan di ruang observasi.

“Setelah persalinan selesai dan bayinya selamat, almarhumah ditempatkan di ruang observasi. Terlapor kemudian masuk dan diduga melakukan tindakan pada area intim korban. Setelah itu terjadi pendarahan,” kata Darmadi kepada wartawan.

Ia menyebut, setelah tindakan tersebut, dokter keluar dari ruang observasi dan meminta keluarga mencari empat kantong darah untuk kebutuhan transfusi.

“Suami korban hanya berhasil mendapatkan dua kantong darah. Sehari kemudian korban meninggal dunia. Pihak keluarga tidak mendapatkan penjelasan yang memadai dari rumah sakit, selain keterangan bahwa korban meninggal karena henti jantung,” ujarnya.

Darmadi menilai dugaan pelanggaran tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga administrasi dan hukum.

Pihaknya juga mengaku menemukan dugaan perubahan pada surat rujukan pasien. Menurutnya, tindakan awal yang dilakukan bidan desa semula tercatat berlangsung satu jam, namun kemudian diduga diubah menjadi tiga jam.

“Kami menemukan adanya dugaan perubahan surat keterangan rujukan. Hal ini akan menjadi bagian dari materi laporan kami,” katanya.

Sementara itu, Kevin mengaku istrinya sempat dalam kondisi stabil beberapa jam setelah operasi. Namun sekitar empat jam kemudian, dokter kembali melakukan tindakan menggunakan alat pada area intim istrinya.

Menurut Kevin, keluarga tidak memperoleh penjelasan mengenai tujuan tindakan tersebut.

“Saya bertanya kenapa alat itu dimasukkan ke kemaluan istri saya. Tapi dokter tidak bisa menjelaskan secara rinci. Saat orang tua saya juga bertanya, dokter sempat marah dan mengatakan, ‘kalau kalian bisa, kalian saja yang melakukannya’,” ujar Kevin.

Ia juga menduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam rekam medis yang diterimanya dari rumah sakit karena beberapa keterangan dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang dialami istrinya.

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya membenarkan pihaknya sedang melakukan koordinasi terkait laporan yang disampaikan pelapor.

“Sedang kami koordinasikan dengan Kepala SPKT, apakah laporannya sudah diterima dan diteruskan ke satuan kerja terkait,” kata Nandang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Fadhilah Prabumulih maupun dokter berinisial EN yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Sesuai prinsip keberimbangan, Sumselupdate.com akan memuat penjelasan dari pihak rumah sakit maupun dokter yang bersangkutan apabila telah memberikan tanggapan resmi.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts