Kronologi Bentrokan di PT BCP OKI, Dua Warga Tertembak dan Satu Tewas Saat Massa Bakar Mess

Writer: - Rabu, 24 Juni 2026
Aparat kepolisian berjaga di lokasi pascakerusuhan antara warga dan petugas di area PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Kayuagung, Sumselupdate.com – Bentrokan antara warga dan aparat gabungan dari Polda Sumatera Selatan serta Polres Ogan Komering Ilir (OKI) di area perkebunan kelapa sawit PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, menyebabkan dua warga mengalami luka tembak dan satu orang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan dua warga yang mengalami luka tembak merupakan warga Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing.

Read More

Kedua korban masing-masing Zainal Abidin (50) yang mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri dan Mat Umar (43) yang mengalami luka tembak di paha kiri.

“Kedua korban saat ini dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan medis. Satu korban dirawat di Klinik Sindang Sari Lempuing dan satu korban lainnya dirawat di klinik di kawasan Tugu Mulyo Lempuing,” ujar Nandang.

Selain korban luka, seorang warga bernama Ali (25) dilaporkan meninggal dunia saat kerusuhan berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, korban diduga tersengat aliran listrik ketika massa melakukan pembakaran mess karyawan PT BCP.

Aparat kepolisian berjaga di lokasi pascakerusuhan antara warga dan petugas di area PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

“Korban meninggal dunia saat terjadi aksi pembakaran. Saat ini jenazah telah dimakamkan oleh pihak keluarga,” katanya.

Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota kepolisian juga dilaporkan mengalami luka ringan setelah mendapat tindakan kekerasan dari massa.

Menurut Nandang, insiden bermula ketika aparat kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di area PT BCP, tepatnya di wilayah Dabuk Rejo.

Saat itu petugas mengamankan sejumlah kendaraan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pencurian, terdiri atas 11 unit sepeda motor dan satu unit mobil pikap.

Namun, saat proses pengamanan berlangsung, massa dari Desa Tebing Suluh mendatangi lokasi dan berupaya menghalangi tindakan petugas.

“Terjadi adu argumen antara massa dan anggota yang bertugas di lapangan. Petugas kemudian melakukan negosiasi dengan masyarakat,” jelasnya.

Setelah dilakukan mediasi, kendaraan yang sebelumnya diamankan akhirnya dikembalikan kepada warga. Namun situasi kembali memanas ketika sebagian massa diduga merusak kendaraan patroli milik kepolisian.

“Mobil patroli double cabin milik petugas mengalami perusakan sehingga situasi di lokasi menjadi tidak terkendali,” ujarnya.

Di tengah kondisi yang semakin memanas, terdengar suara letusan senjata api yang kemudian mengakibatkan dua warga mengalami luka tembak.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan massa hingga berujung pada aksi pembakaran mess karyawan PT BCP.

Saat aksi pembakaran berlangsung, Ali diduga tersengat aliran listrik dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Nandang mengatakan pihak kepolisian telah memberikan perhatian kepada keluarga korban, termasuk mendatangi rumah duka dan memberikan santunan.

Meski sempat terjadi kericuhan, kondisi keamanan di kawasan PT BCP saat ini telah berangsur kondusif.

“Saat ini massa telah membubarkan diri dan personel masih disiagakan di Mapolsek Lempuing untuk mengantisipasi perkembangan situasi,” katanya.

Polda Sumsel juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti luka tembak yang dialami kedua warga serta rangkaian peristiwa yang terjadi saat bentrokan berlangsung.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts