AS dan Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Tanker Berangsur Pulih

Writer: - Sabtu, 20 Juni 2026
Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2025 ini menunjukkan Selat Hormuz. (Xinhua/Wang Qiang)

Jakarta, Sumselupdate.com – Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut bagi kapal-kapal komersial.

Berdasarkan data firma intelijen perdagangan Kpler, sedikitnya 20 kapal tanker telah melintasi Selat Hormuz sejak proses pembukaan kembali jalur pelayaran dimulai. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal Juni 2026.

Read More

Dilansir dari CNBC, sebanyak 25 kapal tercatat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (19/6/2026). Selain kapal tanker minyak, lalu lintas tersebut juga mencakup kapal kargo, kapal kontainer, dan berbagai jenis kapal niaga lainnya.

Meski mulai meningkat, volume pelayaran masih berada di bawah kondisi normal sebelum konflik terjadi. Sebelum perang, lebih dari 100 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari, termasuk puluhan kapal tanker pengangkut minyak.

Peningkatan aktivitas pelayaran terjadi setelah Angkatan Laut AS mengakhiri blokade terhadap Iran. Di sisi lain, pemerintah Iran mengizinkan seluruh kapal melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama 60 hari.

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Iran sejauh ini telah menjalankan komitmennya sesuai kesepakatan yang dicapai kedua negara.

Direktur Riset Komoditas Kpler, Matt Smith, mengatakan arus pelayaran mulai kembali seimbang.

“Lalu lintas kapal relatif seimbang, dengan 13 pelayaran dari barat ke timur dan 12 pelayaran dari timur ke barat,” ujarnya.

Kpler mencatat tiga kapal tanker raksasa milik Arab Saudi dan satu kapal tanker asal Uni Emirat Arab melintasi Selat Hormuz pada Kamis. Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 2 juta barel minyak.

Selain itu, kapal tanker Iran juga mulai kembali beroperasi secara normal. Sejumlah kapal tanker raksasa yang sebelumnya mematikan transponder selama konflik berlangsung kini kembali mengaktifkan perangkat pelacak mereka.

Lima kapal tanker raksasa Iran yang mengangkut minyak bahkan terpantau meninggalkan kawasan tersebut pada Jumat (20/6/2026).

Menurut analis Kpler, kondisi tersebut menunjukkan perdagangan minyak mentah Iran secara bertahap mulai kembali ke pola operasi normal.

Sementara itu, sebanyak 18 kapal yang melintas pada Kamis menggunakan jalur pelayaran yang ditetapkan Iran. Hanya satu kapal yang tercatat menggunakan jalur resmi yang ditetapkan Organisasi Maritim Internasional (IMO), sementara enam kapal lainnya belum diketahui rute pasti yang digunakan.

Kesepakatan antara AS dan Iran juga memunculkan pembahasan baru terkait tata kelola Selat Hormuz di masa mendatang. Setelah masa pembebasan biaya selama 60 hari berakhir, Iran berencana menggelar perundingan dengan Oman dan negara-negara Teluk untuk membahas mekanisme pengelolaan jalur pelayaran tersebut.

Langkah itu membuka kemungkinan adanya penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz pada masa mendatang, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts