Ribut Pembayaran Solar Rp72 Juta, Pria Ini Akui Disekap dan Dikeroyok

Writer: - Rabu, 17 Juni 2026
Rizki, korban penyekapan dan pengeroyokan saat melapor ke polisi, Selasa (16/6/2026). (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Malang yang dialami Rizki (27), warga Komplek Griya Indah, Kecamatan Sako Palembang ini, dirinya jadi korban pengeroyokan dan penyekapan oleh sejumlah orang setelah terjadi perselisihan terkait pembayaran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang telah diambilnya sebanyak 5000 liter dengan harga Rp72 juta.

Tak terima atas perlakuan yang dialaminya, pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Selasa (16/6/2026) malam.

Read More

Kepada petugas kepolisian, korban menuturkan peristiwa tersebut yang dialaminya terjadi pada Selasa (16/6/2026) dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB, di kawasan jalan SMB II, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang.

Berawal sebelumnya korban mengambil 5000 liter solar dengan nilai harga sekitar Rp 72 juta. Namun saat hendak melakukan pembayaran, rekening bank miliknya mengalami kendala sehingga transaksi tidak dapat dilakukan malam itu juga.

“Saya sudah menjelaskan kalau ATM dan rekening sedang bermasalah. Dana sebenarnya ada dan akan ditransfer melalui rekening adik saya, tetapi saat itu Handphonenya adik tidak aktif sehingga tidak bisa dihubungi,” ucapnya.

Menurutnya, pihak penjual solar kemudian mendatangi rumahnya untuk membicarakan persoalan tersebut. Awalnya, pertemuan berlangsung dengan tujuan mencari solusi terbaik, namun situasi berubah menjadi tegang setelah terjadi perdebatan.

Baca juga : Pelaku Pengeroyokan Brutal di Pagaralam Ditangkap di Bengkulu Selatan, Korban Sempat Kritis di ICU

“Kami hanya minta waktu sampai pagi hari untuk menyelesaikan pembayaran. Niat kami baik dan ingin menyelesaikannya secara kekeluargaan. Tapi mereka tetap memaksa pembayaran harus dilakukan malam itu juga,” ungkap korban.

Korban mengaku diajak pergi oleh para terlapor naik mobil dan dipukul secara bersama-sama hingga mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Tak hanya itu, dirinya juga mengaku sempat disekap oleh para terlapor.

“Tangan dan kaki saya diikat pakai tali, mata saya ditutup, lalu saya dipaksa masuk ke dalam mobil. Setelah itu saya dibawa ke sebuah pool kendaraan. Sesampainya di lokasi pool itu, saya kembali dipukul oleh beberapa orang. Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi saya sudah diikat,” terangnya.

Akibat dari peristiwa itu, menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala, kedua mata lebam, bibir pecah, luka pada hidung, serta memar di bagian leher.

Baca juga : Tujuh Saksi Diperiksa, Polrestabes Palembang dan Jatanras Polda Sumsel Terus Kejar Pelaku Pengeroyokan di Depan PS Mall

“Oleh karena itulah saya melapor ke pihak kepolisian agar para pelaku dapat ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tukasnya.

Sementara Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Tamia Ramadhany, membenarkan adanya laporan korban dan sudah diterima.

“Laporan akan kami teruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya singkat. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts