Ribuan Ranjau dan Bahan Peledak Disingkirkan, Yaman Masih Dibayangi Warisan Perang

Writer: - Selasa, 2 Juni 2026
Foto dokumentasi menunjukkan tentara Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) berkumpul saat mereka bersiap meninggalkan Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada 16 Desember 2020. (Xinhua/Str)

Aden, Sumselupdate.com – Program pembersihan ranjau yang didukung Arab Saudi, Proyek Masam, melaporkan keberhasilan membersihkan ribuan ranjau darat dan sisa bahan peledak perang di berbagai wilayah Yaman sepanjang Mei 2026.

Dalam laporan yang dipublikasikan melalui platform media sosial X pada Minggu (31/5/2026), tim Proyek Masam menyebut telah menyingkirkan sebanyak 6.323 ranjau darat, amunisi yang belum meledak, serta berbagai jenis bahan peledak lain yang masih mengancam keselamatan warga.

Read More

Selain itu, tim juga berhasil membersihkan dan mengamankan area seluas lebih dari 1,2 juta meter persegi yang sebelumnya terkontaminasi oleh ranjau dan sisa-sisa perang.

Proyek Masam diluncurkan Arab Saudi pada 2018 sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu mengurangi dampak konflik berkepanjangan di Yaman. Program tersebut fokus pada pembersihan ranjau dan bahan peledak di wilayah-wilayah yang terdampak perang.

Yaman hingga kini masih menghadapi ancaman serius dari ranjau darat dan amunisi yang belum meledak akibat konflik yang berlangsung sejak akhir 2014. Perang saudara pecah setelah kelompok Houthi menguasai ibu kota, Sanaa, dan memicu konflik berkepanjangan yang menimbulkan krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi telah menanam lebih dari dua juta ranjau darat sejak konflik dimulai. Meski intensitas pertempuran menurun dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan ranjau masih menjadi ancaman besar bagi masyarakat sipil, termasuk petani, penggembala, dan warga yang kembali ke daerah asal mereka.

Operasi pembersihan yang dilakukan Proyek Masam diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak konflik sekaligus mengurangi risiko korban jiwa akibat ledakan ranjau yang masih tersebar di berbagai daerah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts