Pesantren Zidny Ilma Talang Kelapa, Banyuasin, menerapkan metode pembelajaran Alquran berbasis pemahaman makna melalui ilmu nahwu dan sharaf, yang ditunjukkan para santri dengan kemampuan menerjemahkan ayat kata demi kata serta menjelaskan struktur bahasa Arab dalam Haflah Akhirussanah sebagai upaya mencetak generasi penghafal sekaligus memahami isi Alquran.
SUARA lantunan ayat suci Alquran menggema dari lapangan futsal Pesantren Zidny Ilma, Talang Kelapa, Banyuasin, Sabtu (23/5/2026) sore. Ratusan wali santri tampak khusyuk mengikuti Haflah Akhirussanah I SMP Islam Smart Karakter Zidny Ilma.
Awalnya, acara tersebut terlihat seperti wisuda santri pada umumnya. Para santri tampil bergantian di atas panggung, sementara para orang tua mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Namun suasana berubah ketika sekelompok santri maju membawa mushaf Alquran. Mereka tidak hanya membaca ayat demi ayat dengan tartil, tetapi juga menerjemahkan ayat secara langsung kata demi kata.
Tak berhenti sampai di situ, para santri juga menjelaskan perubahan bentuk kata kerja dalam bahasa Arab melalui ilmu sharaf.
Penampilan tersebut membuat para tamu undangan terdiam kagum. Sebagian tampak mengangguk, sementara lainnya memperhatikan dengan penuh takjub.
Pesantren Zidny Ilma mencoba menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembelajaran Alquran. Tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga pemahaman makna ayat secara mendalam.
Mudir Pesantren Zidny Ilma, Ustaz H Ahirman Rasyid SAg, mengatakan metode pembelajaran terjemahan Alquran menjadi bagian dari inovasi pendidikan Islam yang diterapkan di pesantren tersebut.
“Dalam menerjemahkan Alquran, santri harus memiliki dasar ilmu nahwu dan sharaf. Karena itu ilmu sharaf menjadi bagian dari keseharian santri di sini,” ujarnya.
Menurut Ahirman, pembelajaran Alquran selama ini kerap berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal, padahal memahami makna ayat merupakan hal penting agar Alquran dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana seseorang dapat mengamalkan ayat yang dibacanya jika belum memahami maknanya,” katanya.
Dari pemikiran tersebut, Pesantren Zidny Ilma kemudian menjadikan ilmu terjemahan Alquran sebagai salah satu pelajaran wajib bagi para santri.
“Ke depan kami ingin menghadirkan pembelajaran Alquran yang kreatif dan inovatif. Santri bukan hanya fasih membaca, tetapi juga mampu memahami kandungan ayat,” tambahnya.
Pendekatan pembelajaran tersebut memadukan tradisi pesantren klasik dengan kebutuhan pendidikan modern. Ilmu nahwu dan sharaf yang selama ini dianggap sulit diajarkan secara aplikatif melalui praktik langsung terhadap ayat Alquran.
Hasilnya terlihat dari penampilan para santri yang mampu membaca, menerjemahkan, hingga mengurai struktur bahasa Arab dengan percaya diri di hadapan publik.
Kegiatan Haflah Akhirussanah itu turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Bupati Banyuasin yang diwakili Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Ekonomi, dan SDM Dr H Salni Fajar memberikan apresiasi terhadap upaya pesantren dalam membangun generasi muda berkarakter dan bertauhid.
“Kami memberikan dukungan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pesantren Zidny Ilma yang telah berupaya membangun generasi berkarakter sekaligus bertauhid,” ujarnya.
Turut hadir Camat Talang Kelapa Salinan SSos MM, Kepala KUA Talang Kelapa H Fauzan SSos MSi, KH Ahmad Fauzan Yayan, para kepala desa, tokoh masyarakat, wali santri, serta ratusan santri.
Di penghujung acara, tepuk tangan panjang mengiringi penampilan para santri. Sebagian wali santri tampak menitikkan air mata haru melihat anak-anak mereka tidak hanya menghafal Alquran, tetapi juga mulai memahami makna ayat-ayat suci yang dipelajari.
(**)











