AWG Gelar Seminar 78 Tahun Nakba di Jakarta, Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

Writer: - Minggu, 17 Mei 2026
Suasana seminar bertajuk "78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina dalam Perspektif Hukum Internasional Pasca Board of Peace". Seminar berlangsung di Aula HB Jassin Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu 17 Mei 2026 (Foto: Dokumentasi AWG)

Jakarta, Sumselupdate.com – Lembaga peduli pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina, Aqsa Working Group (AWG), menggelar seminar bertajuk “78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina dalam Perspektif Hukum Internasional Pasca Board of Peace” di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Minggu (17/5/2026).

Ketua Pelaksana Seminar, Khairunnisa, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan yang hingga kini masih berlangsung di Palestina.

Read More

“Seminar ini diselenggarakan agar kita tidak melupakan sejarah tragedi kemanusiaan Nakba. Kami tidak hanya membahas masa lalu, tetapi juga luka yang masih berdarah hingga saat ini,” ujarnya.

Nakba merupakan peristiwa pada 15 Mei 1948 yang menandai terusirnya ratusan ribu warga Palestina dari tanah air mereka. Peristiwa itu dipandang sebagai awal dari tragedi kemanusiaan berkepanjangan yang hingga kini dampaknya masih dirasakan rakyat Palestina.

Menurut Khairunnisa, Nakba bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tragedi yang terus berlanjut dalam berbagai bentuk penjajahan modern.

“Kami menyelenggarakan seminar ini untuk menegaskan bahwa Nakba belum sepenuhnya berakhir. Mengaitkan peristiwa 1948 dengan kebijakan-kebijakan modern memperkuat narasi bahwa luka Palestina masih terus berlangsung,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga supremasi hukum internasional agar tidak dikalahkan oleh kepentingan politik global.

“Seminar ini adalah komitmen kita untuk memastikan bahwa hukum internasional tidak boleh terpinggirkan oleh kepentingan politik,” tegasnya.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah diplomat, akademisi, aktivis kemanusiaan, dan tokoh masyarakat, di antaranya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari, Pembina Utama AWG Imaam Yakhsyallah Mansur, aktivis Global Sumud Flotilla Wanda Hamidah, serta Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Fathurrahman.

Sementara itu, Ketua Presidium AWG, M Anshorullah, menyatakan peringatan Nakba harus menjadi pengingat bagi dunia internasional bahwa penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina masih terus terjadi.

“Peringatan Nakba bukan hanya untuk mengenang peristiwa tragis tahun 1948, namun juga untuk mengingatkan bahwa penjajahan, pengusiran warga Palestina, dan pelanggaran hak asasi manusia masih terjadi hingga saat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi sekaligus bagian dari komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Indonesia memiliki mandat untuk menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia. Karena itu, dukungan terhadap Palestina harus terus berada dalam kerangka pembelaan terhadap kemerdekaan, keadilan, dan hak rakyat Palestina untuk hidup bebas di tanah mereka sendiri,” katanya.

AWG menilai, setelah 78 tahun berlalu, tragedi Nakba masih berlanjut melalui berbagai bentuk penjajahan, blokade, pengusiran warga sipil, hingga pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi di Palestina, khususnya di Gaza dan Masjid Al-Aqsa.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts