Sekayu, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempercepat proses peralihan layanan listrik dari PT MEP ke PLN (Persero). Langkah ini dibahas dalam rapat monitoring progres penyediaan tenaga listrik yang digelar secara virtual, Rabu (22/4/2026).
Rapat diikuti Bupati Muba H M Toha Tohet yang diwakili Asisten II Setda Muba Alva Elan, bersama perwakilan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PLN pusat, PLN UID S2JB, serta pihak terkait lainnya.
Pembahasan merupakan tindak lanjut rapat sebelumnya di Kementerian ESDM pada 15 April 2026 yang dihadiri Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen. Fokus utama percepatan yakni pemasangan kWh meter bagi pelanggan yang telah memenuhi persyaratan administrasi, seperti NIDI, SLO, dan pembayaran biaya penyambungan.
Pemkab Muba mencatat sebanyak 8.202 pelanggan telah melakukan pembayaran dan siap memasuki tahap pemasangan. Sementara itu, masyarakat yang belum melengkapi persyaratan diminta segera mengurusnya.
PLN juga menyediakan skema cicilan biaya penyambungan selama 12 hingga 24 bulan guna membantu masyarakat.
Selain itu, disepakati bahwa mulai 15 Mei 2026, seluruh layanan listrik di wilayah Muba akan sepenuhnya dialihkan ke PLN. Pelanggan yang belum beralih hingga batas waktu tersebut berpotensi mengalami pemutusan sambungan listrik.
Asisten II Setda Muba Alva Elan mengatakan, pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan melibatkan seluruh camat untuk mempercepat sosialisasi ke masyarakat.
“Langsung kita tindaklanjuti dengan memanggil seluruh camat agar menyampaikan informasi ini hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Ia mencontohkan progres di Kecamatan Tungkal Jaya, dari 15 desa yang menjadi sasaran, enam desa telah melakukan pembayaran dan empat desa telah terpasang meteran listrik.
“Untuk masyarakat yang mampu diminta segera melakukan pendaftaran dan pembayaran, sementara skema cicilan menjadi opsi bagi yang membutuhkan,” katanya.
Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ainul Wafa mengatakan, rapat ini bertujuan memastikan kesiapan teknis dan sosial dalam proses peralihan layanan.
“Yang dibahas adalah sejauh mana progres peralihan pelanggan, mengingat wilayah yang cukup luas sehingga perlu perencanaan matang agar efisien,” ujarnya.
Sementara itu, SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW S2JB Wira Bhakti Dharma menyebutkan progres hingga 21 April 2026 telah mencapai 47 persen atau 26.776 pelanggan dari target 56.719 pelanggan.
“Untuk mencapai target, dibutuhkan peralihan sekitar 1.000 pelanggan per hari,” katanya.
PLN berharap percepatan pembayaran biaya penyambungan dapat mendorong tercapainya target tersebut, seiring upaya sosialisasi yang terus dilakukan kepada masyarakat.
(**)











