Singapura, Sumselupdate.com – Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Selat Singapura (Straits of Malacca and Singapore/SOMS) menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga kawasan tersebut tetap terbuka, aman, dan sesuai dengan hukum internasional.
Kesepakatan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Komite Dana Bantuan Pelayaran (Aids to Navigation Fund/ANF) ke-34 yang digelar di Singapura. Dalam forum itu, ketiga negara membahas upaya peningkatan keselamatan pelayaran di kawasan SOMS yang dikenal sebagai salah satu jalur laut tersibuk di dunia.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura sangat bergantung pada infrastruktur navigasi yang andal serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.
“Sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, keselamatan di SOMS bergantung pada infrastruktur yang andal dan kerja sama internasional yang berkelanjutan,” demikian pernyataan otoritas tersebut melalui unggahan resmi.
Ketua Komite ANF, David Foo, menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi di tengah tantangan operasional yang semakin kompleks di kawasan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus perdagangan global.
Dana Bantuan Pelayaran (ANF) sendiri merupakan salah satu dari tiga pilar mekanisme kerja sama yang dibentuk pada tahun 2007 oleh Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dengan dukungan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Mekanisme ini melibatkan kerja sama dengan negara-negara pengguna jalur pelayaran serta pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan Selat Malaka dan Selat Singapura tetap aman, terbuka, dan berfungsi optimal bagi perdagangan dunia.
(**)











