Palembang, Sumselupdate.com – Aksi perampokan disertai penodongan senjata api terjadi di sebuah gerai Indomaret di Jalan Soekarno Hatta, Palembang samping Jalan Lubuk Bakung, pada Jumat (6/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV toko. Dari rekaman yang beredar, terlihat dua orang pelaku melakukan aksi perampokan saat karyawan hendak menutup gerai.
Dalam rekaman itu, kedua pelaku tampak mengenakan pakaian yang tidak biasa. Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online berwarna hijau sambil membawa senjata api yang diduga jenis revolver.
Sementara rekannya mengenakan kemeja yang menyerupai seragam karyawan Alfamart yang ditutupi jaket kulit.
Kedua pelaku juga menggunakan penutup wajah untuk menghindari identifikasi dari kamera pengawas.
Aksi perampokan berlangsung cepat, hanya dalam hitungan menit. Saat kejadian, di dalam toko hanya terdapat dua karyawan, yakni seorang perempuan yang berada di meja kasir dan seorang karyawan pria yang berada di area penyimpanan barang.
Begitu masuk ke dalam toko, pelaku yang mengenakan jaket ojol langsung menodongkan senjata api yang diduga rakitan jenis revolver ke arah karyawan perempuan di meja kasir.
Sementara rekannya menginstruksikan korban untuk menyerahkan seluruh uang yang ada di laci kasir yang diperkirakan berjumlah jutaan rupiah.
Di bawah ancaman senjata api, karyawan perempuan tersebut hanya bisa menunduk ketakutan dan menyerahkan uang yang diminta pelaku.
Setelah mengambil uang dari kasir, kedua pelaku kemudian menodongkan senjata api ke arah karyawan pria. Korban dipaksa membuka brankas toko yang berada di ruang gudang.
Dalam rekaman CCTV terlihat pelaku yang mengenakan jaket ojol telah menyiapkan sebuah kantong untuk menampung uang yang diambil dari dalam brankas, yang diduga jumlahnya lebih besar dibandingkan uang di kasir.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Fauzi Saleh saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut.
Meski demikian, ia tidak memberikan keterangan lebih rinci karena laporan kasus tersebut ditangani oleh pihak Polda Sumatera Selatan.
“Benar kejadian memang ada, namun korban membuat laporan di Polda Sumsel,” ujarnya.
(**)











