Sekayu, Sumselupdate.com – Akses jalan penghubung Desa Keramat Jaya menuju Desa Kertajaya, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, hingga kini belum juga terselesaikan meski telah berganti bupati selama beberapa dekade.
Kondisi jalan yang rusak parah memicu kemarahan warga dan viral di media sosial.
Puncak kekesalan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Aang Bae pada Minggu (4/1/2026).
Dalam video berdurasi sekitar 70 detik itu, seorang ibu rumah tangga dengan nada emosional menagih janji politik Bupati Musi Banyuasin, H M Toha, SH, terkait perbaikan jalan.
“Kami pilih kamu untuk perbaiki jalan, bukan kubangan kerbau!” ucap sang ibu sambil menunjuk kondisi jalan berlumpur di belakangnya.
Dalam rekaman tersebut, terlihat kendaraan warga terjebak lumpur di badan jalan yang rusak.
Ia menegaskan bahwa suara rakyat saat pemilihan merupakan mandat nyata untuk perbaikan infrastruktur, bukan sekadar janji kampanye.
“Halo Pak Toha, mana ceritanya? Kami pilih kamu untuk perbaiki jalan!” teriaknya lantang.
Warga mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar desa itu yang dinilai lebih menyerupai kubangan lumpur ketimbang akses transportasi layak.
Kerusakan jalan tersebut sangat menghambat aktivitas warga, terutama distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.
Masyarakat menilai perbaikan jalan jauh lebih mendesak dibandingkan bantuan sosial lainnya.
Selain itu, wilayah tersebut juga mengalami keterbatasan sinyal telepon seluler yang semakin memperparah keterisolasian dan ketertinggalan ekonomi.
“Kami tidak terlalu perlu bantuan, tapi jalan tolong diperbaiki. Anak-anak kami berkubang lumpur. Kami tidak tahan lagi,” ujar warga dalam video yang kini ramai dibagikan ulang oleh warganet.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera turun langsung dan melakukan perbaikan secara nyata, bukan sekadar peninjauan, agar roda perekonomian dan akses pendidikan masyarakat kembali normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Musi Banyuasin, Rudianto, ST, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan pihaknya akan segera melakukan penanganan sementara.
“Insya Allah segera akan kita lakukan penanganan dan perbaikan sementara melalui program pemeliharaan dan tanggap darurat,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Minggu (4/1/2026).
Rudianto menjelaskan, kerusakan sejumlah ruas jalan dipengaruhi oleh peralihan musim hujan yang menyebabkan kondisi jalan menjadi basah dan mudah rusak.
“Memasuki musim penghujan, banyak jalan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Untuk tahun 2026, perbaikan sudah kita programkan, termasuk ruas jalan yang dimaksud,” pungkasnya.
(**)











