Palembang, Sumselupdate.com – Semangat berolahraga tak pernah luntur dari diri H Asrul Sani. Di usia 62 tahun, atlet tarkam (kampung –red) tenis meja asal Sumatera Selatan ini menyatakan kesiapan untuk berlaga dalam turnamen tenis meja HDCU Open 2025 yang digelar pada 13–14 Desember 2025.
Tak hanya turun sebagai pemain, pria yang berdomisili di Jalan Tanjung Barangan, Lorong Temiyang 12, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang tersebut juga membawa sejumlah atlet binaannya untuk ikut serta dalam ajang nasional bergengsi tersebut.
“Di turnamen ini saya turun sebagai pemain sekaligus pelatih, meski tidak resmi. Saya hanya pelatih pribadi bagi anak-anak didik saya,” ujar H Asrul Sani saat ditemui Sumselupdate.com di GOR Pitstop Xiom Table Tennis Center, Jalan Brigjen Hasan Kasyim, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sabtu (13/12/2025).
Perjalanan panjang H Asrul Sani di dunia tenis meja telah dimulai sejak usia 16 tahun. Saat menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya (Unsri), ia bahkan sempat mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) X setelah diajak rekan-rekannya.
“Saya sudah lebih dari 30 tahun bermain tenis meja. Waktu kuliah, saya diajak teman ikut PON, meski waktu itu belum beruntung,” katanya sambil tertawa.
Puncak kariernya sebagai atlet tenis meja diraih ketika ia berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mengajar di SMAN 9 Palembang.
Selama menjadi guru, ia aktif mengikuti berbagai turnamen tenis meja yang digelar organisasi seperti PGRI dan Korpri di tingkat nasional.
“Saya sering mewakili Sumsel dan Palembang. Alhamdulillah, cukup banyak meraih juara, baik perorangan maupun beregu,” terangnya.
Dengan segudang pengalaman tersebut, H Asrul Sani kerap diminta untuk melatih atlet tenis meja dari berbagai kalangan usia, mulai dari pelajar hingga usia lanjut.
“Saya terima, meski bukan sebagai pelatih resmi. Ada beberapa anak didik saya yang berhasil menjadi juara di turnamen tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia juga mengaku kerap ditawari untuk menjadi wasit tenis meja oleh rekan-rekannya yang telah berlisensi nasional. Namun, tawaran itu selalu ia tolak.
“Saya lebih memilih tetap menjadi pemain dan pelatih pribadi. Di turnamen HDCU Open 2025 ini, ada delapan atlet dari kami yang turun, termasuk saya,” tutupnya.
(**)











