Pagaralam, Sumselupdate.com – Ratusan jamaah umrah mengalami momen menegangkan setelah terjebak kemacetan hampir 6 jam di kawasan Liku Endikat, perbatasan Pagaralam-Lahat.
Kemacetan panjang itu dipicu truk pengangkut material pembangunan Sekolah Taruna Nusantara yang gagal menanjak hingga menutup jalur utama.
Situasi tersebut membuat para jamaah panik karena khawatir ketinggalan jadwal penerbangan ke Tanah Suci.
Nando, salah seorang jamaah, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya penanganan di lokasi.
Menurutnya, tidak ada koordinasi yang jelas dari petugas terkait proses evakuasi.
“Kami sudah menunggu berjam-jam, tapi tidak ada penjelasan. Evakuasinya lambat sekali, dan pihak penanggung jawab seperti tidak peduli,” keluhnya.
Truk akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.30 WIB. Namun proses panjang tersebut membuat situasi di lapangan semakin menegangkan karena pihak maskapai disebut tidak bisa menunggu kedatangan rombongan jamaah.
“Kami benar-benar panik ketika diberi tahu pesawat tidak bisa menunggu. Rasanya hampir putus asa,” ujar Nando.
Beruntung, setelah evakuasi kendaraan rampung, jalur kembali terbuka dan rombongan jamaah langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional SMB II Palembang.
“Alhamdulillah, begitu truk itu dipindahkan, kami langsung meluncur dan akhirnya bisa terbang ke Tanah Suci,” ucapnya lega.
Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh jamaah akhirnya berhasil masuk ke dalam pesawat dan telah terbang menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah pada Selasa (9/12/2025) pukul 03.30 WIB.
Di balik insiden tersebut, muncul pertanyaan mengenai pengawasan kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur rawan seperti Liku Endikat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya kesepakatan antara Dishub, kepolisian, dan pihak terkait agar truk bertonase besar hanya melintas pada malam hari ketika arus lalu lintas lebih lengang.
Selain itu, truk berat diwajibkan dikawal. Namun pada kejadian kali ini, truk pengangkut material itu disebut melintas tanpa pengawalan apa pun.
Peristiwa terjebaknya ratusan jamaah umroh ini menjadi peringatan serius agar kesepakatan lintas instansi benar-benar diterapkan demi keselamatan dan kelancaran publik, terutama di jalur rawan seperti Liku Endikat.
(**)











