Dari Sopir Truk ke Pengusaha Kopi: Romansah, Anak Petani Pagaralam yang Tak Lelah Berjuang

Writer: - Minggu, 9 November 2025
Romansah tengah mengolah kopi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

DI BALIK harum kopi yang menenangkan, tersimpan kisah perjuangan seorang anak petani asal Pagaralam bernama Romansah.

Pria berusia 38 tahun ini kini dikenal luas sebagai pengusaha kopi lokal yang sukses membangun merek sendiri hingga dikenal di tingkat nasional.

Read More

Namun di balik pencapaiannya, Romansah masih harus berjuang keras melawan keterbatasan modal dan minimnya dukungan bagi pelaku usaha kecil.

Perjalanan Romansah bermula dari pekerjaan sederhana sebagai sopir truk pengangkut kopi. Dari satu desa ke desa lain, ia mengantarkan hasil panen petani ke pengepul besar.

Dari pengalaman itu, tumbuh kecintaannya pada dunia kopi sekaligus tekad untuk memiliki usaha sendiri.

“Saya melihat bagaimana para petani bekerja keras, tapi hasilnya sering tidak sebanding. Dari situ saya berpikir, harus ada cara agar kopi Pagaralam punya nilai lebih,” ungkapnya saat ditemui di kantor pemasarannya.

Bermodalkan tekad dan sedikit tabungan, Romansah mulai merintis usahanya. Ia mempelajari seluk-beluk bisnis kopi, mulai dari pemilihan biji terbaik hingga strategi pemasaran.

Bersama CV Arminy Kopi Bali, ia berupaya memperluas pasar dan memperkenalkan cita rasa kopi Pagaralam ke berbagai daerah. Namun, perjalanan itu tidak selalu mulus.

“Minat petani untuk menjual hasil kopinya ke kami sangat besar, tapi kemampuan kami terbatas. Modal yang ada tidak sebanding dengan permintaan,” ujarnya.

“Saya berharap ada perhatian dan dukungan nyata dari pihak investor maupun pemerintah agar usaha kecil seperti kami tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.

Selama 15 tahun menekuni bisnis kopi, Romansah mengaku sering tersisih oleh pemain besar yang memiliki modal dan akses pasar lebih luas.

Meski demikian, ia tetap bersyukur bisa bertahan dan terus mengembangkan usahanya.

Kisah Romansah mencerminkan kenyataan banyak pelaku UMKM di daerah: semangat dan kerja keras saja tidak selalu cukup tanpa dukungan modal serta kebijakan yang berpihak.

Meski berbagai tantangan terus menghadang, Romansah tetap optimistis. Ia yakin suatu hari nanti kopi Pagaralam akan benar-benar mendapat tempat di hati para pecinta kopi nusantara.

Hingga hari itu tiba, ia terus berjuang—satu cangkir kopi, satu harapan, dan satu langkah kecil setiap harinya.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts