Ogan Ilir, Sumselupdate.com – Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya, menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan mengikuti program magang di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir.
Selama satu bulan penuh, para mahasiswa tersebut tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mendukung program-program BNNK dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat.
Program magang ini menjadi wahana strategis bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tantangan yang dihadapi oleh lembaga pemerintah dalam memerangi narkoba, serta peran penting masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari zat adiktif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan pengetahuan praktis sekaligus soft skill yang sangat relevan dengan bidang keilmuan mereka.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa secara aktif dilibatkan dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti oleh 25 ibu kepala desa se-Kabupaten Ogan Ilir.
Baca juga : AIESEC Unsri Sukses Gelar AFL Summer Peak 2025: Dorong Bisnis Ramah Lingkungan dan Kepemimpinan Pemuda
Dalam Bimtek tersebut, mahasiswa turut membantu dalam aspek teknis dan pelaksanaan, mulai dari pendataan peserta hingga pelaporan kegiatan. Mereka juga terlibat dalam sesi penyuluhan yang membahas pentingnya deteksi dini penyalahgunaan narkoba serta strategi membangun lingkungan keluarga dan masyarakat yang suportif terhadap pemulihan korban penyalahgunaan narkoba.
Tak hanya itu, para mahasiswa juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SMA. Mereka memberikan edukasi kepada siswa tentang jenis-jenis narkoba, dampak buruknya bagi tubuh dan masa depan, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat.
Baca juga : WiFi Corner UNSRI: Wujud Program CSR PGN Perluas Akses Internet Andal di Lingkungan Kampus
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Dalam kegiatan internal BNNK, mahasiswa turut membantu pelaksanaan teknis dan administrasi seperti registrasi peserta kegiatan, dokumentasi, hingga pengolahan data kuisioner yang menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program ke depan.
Mahasiswa juga mengikuti rapat koordinasi tingkat desa dan bimbingan teknis Agen Pemulihan pada Unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa mengenai pendekatan pemulihan berbasis komunitas, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam mendukung para penyintas narkoba.
“Kami mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan ini. Kami jadi memahami betapa pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” ujar Bizzati, salah satu mahasiswa peserta magang.
Peserta magang terdiri dari M. Bizzati Yashifin W, Hikmah, Puja Rizki, Jeni Sridewi, dan Eflisha Friska Grensia, mengungkapkan bahwa, pengalaman magang ini sangat berarti dan dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan karier di bidang pendidikan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.
Dengan keterlibatan aktif dalam program-program nyata seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga membentuk sikap kepedulian sosial serta kemampuan bekerja sama dalam tim lintas sektoral.
Kegiatan magang ini juga mendapat apresiasi dari pihak BNNK Ogan Ilir. Menurut salah satu staf BNNK, keterlibatan mahasiswa sangat membantu kelancaran program dan menjadi bentuk kolaborasi yang positif antara dunia akademik dan instansi pemerintahan. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat lokal maupun nasional. (**)











