Pemimpin Industri Filipina Suarakan Kekhawatiran Terkait Pemberlakuan Tarif Dagang AS

Writer: - Jumat, 8 Agustus 2025
Orang-orang terlihat di dalam sebuah pusat perbelanjaan di Quezon City, Filipina, pada 12 Januari 2024. (Xinhua/Rouelle Umali)

Manila, Sumselupdate.com – Para pemimpin industri Filipina menyuarakan kekhawatiran terhadap usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif 100 persen untuk semikonduktor impor.

Para pemimpin industry memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memberikan pukulan serius bagi sektor elektronik negara mereka yang bergantung pada ekspor.

Read More

Trump mengumumkan rencana tarif itu pada Rabu (6/8/2025), namun tidak memberikan rincian jelas mengenai implementasi atau jadwalnya.

Dan Lachica, presiden Semiconductor and Electronics Industries in the Philippines Foundation, Inc., pada Kamis (7/8/2025) memperingatkan langkah tersebut dapat memiliki dampak ‘menghancurkan’ terhadap ekspor Filipina, terutama industri elektroniknya, yang masih menjadi kontributor utama dalam perdagangan luar negeri negara tersebut.

Menurut data dari Otoritas Statistik Filipina (Philippine Statistics Authority), produk elektronik, termasuk semikonduktor, merupakan komoditas ekspor utama negara itu pada 2024, dengan total pendapatan mencapai 39,09 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.379). Angka ini mencakup 53,4 persen dari total ekspor Filipina.

George Barcelon, ketua Kamar Dagang dan Industri Filipina, mengatakan kepada media lokal bahwa semikonduktor seharusnya tidak dikenakan tarif yang begitu tinggi, seraya menekankan bahwa banyak produk ini tercakup dalam Perjanjian Teknologi Informasi (Information Technology Agreement) di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang umumnya menjamin tarif nol bagi anggota yang berpartisipasi.

Lucio Pitlo, seorang peneliti di wadah pemikir (think tank) Asia-Pacific Pathways to Progress Foundation yang berbasis di Manila, mengatakan Filipina, yang umumnya berperan sebagai basis perakitan dan pengujian semikonduktor, tetap rentan terhadap gangguan rantai pasokan global.

Berada di bagian bawah rantai nilai, dia memperingatkan bahwa pekerjaan di sektor itu dapat dengan mudah dialihkan ke negara lain dengan kondisi tarif yang lebih menguntungkan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts