Palembang, Sumselupdate.com – Guna menghadapi puncak kemarau yang diprediksi hingga September 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengajukan permintaan resmi kepada BNPB untuk memperpanjang waktu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana. Ia menyebut, perpanjangan OMC dinilai penting untuk menjaga kelembapan lahan gambut serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi di tengah cuaca kering.
“Kami telah menemui perwakilan BNPB untuk menyampaikan permohonan perpanjangan OMC. Saat ini kami masih menunggu keputusan apakah akan disetujui atau tidak,” ungkapnya, Sabtu (19/7/2025).
BPBD mengusulkan perpanjangan selama 5 hingga 10 hari ke depan, tergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan bibit awan hujan. Menurut Iqbal, keputusan akhir akan sangat bergantung pada analisis BMKG dan hasil evaluasi pelaksanaan OMC sebelumnya.
Baca juga : Hadapi Musim Kemarau, Bupati Muba Tinjau Kesiapan Pos Damkar Babat Toman
Iqbal juga menyinggung fenomena hujan yang terjadi di Kota Palembang dan sekitarnya pada malam sebelumnya. Ia menyebut kemungkinan hujan tersebut merupakan hasil kombinasi dari OMC yang telah berlangsung sejak 13 Juli, serta kondisi cuaca alami yang masih cukup bersahabat meski sudah masuk musim kemarau.
“Hujan semalam bisa jadi dampak dari OMC. Tahun ini hari tanpa hujan tidak sekeras tahun lalu, jadi masih ada peluang alami untuk hujan,” tambahnya.
Baca juga : Hadapi Puncak Kemarau Juli-Angustus, Sumsel Siaga
Tujuan utama dari pelaksanaan OMC ini adalah untuk membasahi lahan gambut di wilayah rawan karhutla seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan sekitarnya. Dengan kelembapan tanah yang tetap terjaga, diharapkan risiko kebakaran dapat diminimalisir. (**)











