Jakarta, Sumselupdate.com– Ketua Departemen bidang Energi dan Energi Terbarukan DPP Golkar, Dedy Arianto menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai. Sikap ini diambil karena dia tidak sepaham dengan partainya yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
“Pertama, tidak sesuai dengan akidah saya. Ahok telah melukai perasaan umat Muslim. Karena sebelumnya, beberapa kader partai sudah membuat rilis meminta untuk mempertimbangkan kembali dukungan terhadap Ahok,” kata Dedy kepada media, Senin (10/10).
Sebab permintaan untuk mempertimbangkan itu tak digubris, lalu Dedy pun makin mantap mundur setelah Ahok telah melukai umat Islam dengan melecehkan Alquran, surat Al Maidah 51.
“Kalau bahasa kasarnya saya bilang ke DPP, masa partai nyuruh saya pindah agama, saya mau. Kalau ini kan bicara soal keyakinan. Kalau saya masih bertahan di kepengurusan, artinya saya masuk dalam golongan mereka. Itu menurut keyakinan yang saya yakini, artinya saya pindah agama. Jadi saya tak bisa,” katanya.
Dia mengatakan sedang mengurus pengunduran dirinya ke partai. Ia menjelaskan bukan hanya dirinya yang tidak setuju dengan calon yang diusung Golkar. Persoalannya, mereka bukan pengurus partai, sehingga tidak memiliki kewenangan untuk menolak.
“Pengurus cuma saya, kalau yang lain bukan pengurus. Ada yang pengurus, tapi dia lebih baik diam. Jadi dia tetap ada di dalam, tapi itu sah saja. Yang pengurus cuma saya saja yang berani mengundurkan diri,” jelasnya.
Dedy melanjutkan, saat ini masih menjadi kader Golkar dan tidak mundur dari partai tersebut. Kalaupun ada sanksi dari DPP Golkar berupa penarikan kartu anggota Golkar, maka ia siap dan mempersilakan.
“Itu hak partai. Saya terima risiko apapun,” pungkasya. (shn)











