Catat 2.119 Konten Hoaks Tersebar di 2024, AMSI Sumsel Deklarasikan Pilkada Damai

Writer: - Jumat, 15 November 2024
Nara sumber diskusi publik dan deklarasi Pilkada Damai berfoto bersama dengan pengurus AMSI Sumsel di Ngupi Day Cafe, Jumat (15/11/2024).

Palembang, Sumselupdate.com – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel menggelar diskusi publik dan deklarasi Pilkada Damai terkait menangkal penyebaran hoaks pada masa pilkada 2024 di Ngupi Day Cafe, Jumat (15/11/2024).

Diskusi publik dengan peserta seluruhnya merupakan jurnalis di Sumsel itu mengambil tema ‘Anti Informasi Hoaks’ dan Deklarasi Pilkada Damai.

Read More

Dalam diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di antaranya anggota sekaligus trainer Cek Fakta, Nila Ertina dan pengamat publik Bagindo Togar Butar Butar.

Selain itu pula dalam diskusi publik tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumsel, Andi S Rasyid.

Seperti dikatakan Nila Ertina penyebaran hoaks pada semester I 2024 mencapai 2.119 kasus. Jumlah ini hampir menyentuh total temuan hoaks sepanjang tahun 2023 yang mencapai 2.330 kasus.

“Dari jumlah tersebut (semester I 2024), sebesar 31,6% merupakan hoaks terkait pemilu. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat pesta politik besar seperti ini, hoaks menjadi alat untuk mempengaruhi opini publik,” ucap Nila.

Pasca-pilpres pada semester pertama 2024, perhatian masyarakat kini tertuju ke pilkada. Ketika politik di daerah mulai menghangat, hoaks politik juga tetap ada.

Data yang terhimpun Maret 2024, hoaks yang ditemukan mencapai 394, April 328, Mei 412, dan Juni 296 kasus.

“Hal ini menandakan hoaks tetap ada walau pilpres telah selesai. Pemungutan suara 27 November makin dekat seluruh elemen bangsa Indonesia berharap Pilkada kali ini berlangsung secara  transparan, adil, dan dapat dipercaya, juga tanpa hoaks,” ujar Nila.

Menurut Nila, jelang Pilkada hoaks di Indonesia sebagian beralih ke hoaks pilkada yang  bersifat lokal, menyasar ke kandidat maupun penyelenggara pemilu.

“Berdasarkan analisis terhadap hoaks pada semester I 2024, hoaks lebih banyak menyasar kandidat 35,1%; pemerintah pusat 20,9%; KPU 8,9%; tokoh politik 5,6%; warga 5,2%, dan lainnya di bawah 5,0%,” beber Nila.

Sementara itu, Ketua AMSI Sumsel, Ardhi Fitriansyah menyampaikan, kegiatan diskusi publik dan deklarasi pilkada damai diselenggarakan bertujuan untuk mencerdaskan dan memberi edukasi kepada masyarakat tentang bahaya berita hoaks.

“Jadilah pemilih cerdas, saat ini kami juga telah melakukan dan melaksanakan program Cek Fakta dan program Cek Fakta sendiri baru diselenggarakan oleh AMSI dan Aji yang bertujuan untuk menyaring berita hoaks yang beredar, jadikan pilkada kali ini menjadi Pilkada Damai,” tegas Ardhi.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts