Yogyakarta-Sumselupdate.com– Sebanyak 2.827 dosen dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air menerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) Dalam Negeri (DN).
“Mereka berhasil keluar sebagai penerima beasiswa, setelah menyisihkan sebanyak 9.257,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti, saat acara pembekalan BUDI DN di Yogyakarta, Jumat (7/10/2016).
Para penerima beasiswa tersebut, akan belajar di 50 perguruan tinggi negeri dan sembilan perguruan tinggi swasta. Mereka akan menuntut ilmu di 103 program studi.
Ghufron menyebutkan universitas dengan tujuan paling banyak diraih oleh Universitas Gadjah Mada dengan 208 penerima beasiswa. “Kami berharap, para penerima bisa serius dalam belajar,” harap dia.
Beasiswa BUDI bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pendidikan tinggi. Salah satunya adalah kompetensi dari dosen.
Jumlah dosen yang masih S1 sebanyak 53.031 orang atau sekitar 22,99 persen. Sementara S2 ada sekitar 134.522 dosen atau sekitar 58,33 persen dan S3 ada 26.199 orang atau sekitar 11,36 persen.
Beasiswa yang merupakan kerja sama Kemristekdikti dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) itu terdiri atas beasiswa dalam negeri dan luar negeri.
“Bulan lalu, kami sudah memberangkatkan 169 penerima BUDI LN. Khusus untuk BUDI LN diperuntukkan bagi studi lanjutan doktoral,” imbuhnya.
Direktur Dana Kegiatan Pendidikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Abdul Kahar, mengatakan salah satu faktor utama kegagalan meraih beasiswa adalah kendala penguasaan bahasa.
“Hampir 70 persen kendala utamanya adalah penguasaan bahasa asing,” kata Kahar.
Kahar mengatakan beasiswa yang diberikan LPDP tidak akan terlambat, karena dikelola oleh lembaga pengelola dana pendidikan yang profesional. Berbeda dengan beasiswa yang dikelola oleh kementerian. (pto)











