Palembang, Sumselupdate.com – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Palembang Muhamad Hidayat menyoroti kasus pengerusakan dan penjarahan terhadap sejumlah kios yang ada di Gedung Pasar 16 Ilir.
Menurutnya apa yang terjadi baru-baru ini di Gedung Pasar 16 Ilir itu merupakan aksi kriminal terlebih setelah dia datang dan berdialog secara langsung ke para pedagang.
“Kita lihat bersama hari Minggu tadi sudah terjadi tindak kriminal yang nyata, saya juga sudah berdiskusi dengan pedagang, tim kuasa hukum dari P3SRS menyatakan sudah jelas unsurnya, dan tersangkanya sudah jelas,” tegas M Hidayat, Selasa (10/9/2024) sore.
Menurut Hidayat peristiwa pengerusakan dan penjarahan itu tak bisa dibenarkan tak terkecuali jika berdalih itu bagian dari revitalisasi terhadap Gedung Pasar 16 Ilir yang dinilainya sebagai simbol perdagangan Sumsel.
Oleh karena itu ia mengajak segenap instansi eksekutif dalam hal ini Pemkot Palembang dan aparat penegak hukum Polda Sumsel untuk bisa mencegah peristiwa yang membuat pedagang di sana tak bisa berjualan lagi dan tidak sampai terulang.
“Jangan sampai ada lagi oknum-oknum yang melakukan tindakan pidana seperti ini, dan terhadap kasus ini saya berharap aparat penegak hukum dapat segera menangkap pelakunya, apakah itu oknum perusahaan ataupun pihak penjaga tempat ini,” tegasnya.
Bahkan terkhusus Hidayat juga meminta kepada PJ Walikota Palembang untuk datang langsung ke Gedung Pasar 16 Ilir melihat sendiri kondisi yang terjadi.
“Jangan diam saja, harus turun ke sini karena bapak seorang PJ (PJ Walikota Palembang –red) jangan hanya dibohongi oleh laporan laporan tidak jelas dari penjabat penjabat kota,” tegas Hidayat yang menyinggung PJ Walikota Palembang Dr A Damenta.
Baca juga: Pengrusakan dan Penjarahan, Pedagang Gedung Pasar 16 Resah Minta Kapolda Sumsel Segera Bertindak
Namun saat ditanyakan, apakah DPRD Kota Palembang akan memanggil pihak pengelola Gedung Pasar 16 ilir dan instansi terkait.
Diakui Hidayat besar kemungkinan tidak dilakukan hal itu mengingat masa jabatan anggota legislatif Palembang yang sudah akan habis bulan ini.
“Untuk memanggil saya rasa sudah tidak mungkin lagi karena realisasi kita sudah habis,tapi tadi komisi II tadi pagi juga sudah datang untuk membantu pedagang di sini,” tegas dia.
Mengani perkembangan proyek revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Palembang. diakui M Hidayat sudah untuk kedua kalinya dia meninjau ke Gedung Pasar 16 Ilir.
“Yang jelas dari terakhir saya datang ke sini, saya lihat tidak ada perubahan signifikan dalam revitalisasi ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Tim opsnal unit 1 Subdit Jatanras Polda Sumsel kini mulai melakukan proses penyelidikan kasus pengerusakan dan pencurian yang dialami pedagang di Gedung Pasar 16 Ilir pada hari ini Selasa (10/9/2024).
Dipimpin langsung Kanit 1, Kompol Willy Oscar, SE, petugas melakukan Olah TKP sekaligus memasang police line (garis polisi) di kios yang dirusak dan dijarah.
Petugas menyisir lantai basement hingga ke lantai tiga yang mengalami kerusakan terparah dalam aksi pengerusakan yang terjadi pada Minggu (8/9) dinihari lalu.
“Benar perintahnya seperti itu,” ucap Kasubdit Jatanras Polda Sumsel AKBP Tri Wahyudi SH MH dikonfirmasi.
Selama petugas melakukan Olah TKP, didampingi para korban tak lain merupakan pedagang di Gedung Pasar 16 Ilir.
“Alhamdulillah, laporan kami ditindaklanjuti dan berharap agar dipercepat hingga dapat sesegera mungkin menangkap pelakunya,” sebut M Edy Siswanto, SH, MH dan Prengki Adiatmo, SH selaku tim kuasa hukum Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Gedung Pasar 16 Ilir.
Meski begitu Edy menyesalkan pernyataan yang dilontarkan Penjabat (Pj) Walikota Palembang, Dr A Damenta yang menyebutkan bakal terus melanjutkan tahapan pembaruan gedung Pasar 16 Ilir meski saat ini tengah terjadi aksi pengerusakan disertai penjarahan terhadap kios pedagang.
“Pernyataan yang disampaikan Pj Walikota itu melukai hati para pedagang, karena sampai hari ketiga pasca insiden itu terjadi belum ada perwakilan Pemkot Palembang apalagi Pj.Walikota yang turun untuk melihat kondisi pedagang saat ini,” keluhnya.
Hal senada juga diutarakan Nurhayati (54) salah satu pedagang yang juga menjadi korban mengaku kini sangat gelisah lantaran telah tiga hari tak dapat berdagang.
“Makmana (bagaimana) kami ini Pak! Cobalah jingoki (lihat) kami ini Pak, kunjungi Pasar 16 ini Pak yang sudah dirusak dan dijarah kami tak bisa berdagang lagi,” keluh Nurhayati pedagang pakaian jadi di lantai 2 Gedung Pasar 16 Ilir Palembang. (**)











