Ribuan Masyarakat Bangka Barat Antusias Ikuti Festival Perang Ketupat

Writer: - Minggu, 3 Maret 2024
Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antusias menyemarakkan pesta adat festival Perang Ketupat yang kembali digelar di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Minggu (3/3/2023).

Bangka Barat, Sumselupdate.com – Ribuan masyarakat dari dalam maupun luar Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antusias menyemarakkan pesta adat festival Perang Ketupat yang kembali digelar di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, Minggu (3/3/2023).

Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setiap bulan ruah atau Sya’ban, sebelum tiba bulan suci Ramadhan.

Read More

Rangkaian acara dimulai dengan Ngancak, Penimbongan, dan Taber Batas kampung pada malam Nisfu Sya’ban.

Sebelum perang ketupat dilakukan, sejumlah petunjukan adat ditampilkan dimulai dari tarian selamat datang, tradisi Selawang Setuson atau Nganggung.

Penampilan dilanjutkan dengan seni pencak silat yang dilakukan dua pendekar sebelum kemudian dilanjutkan dengan tradisi Penimbongan.

Baca Juga: Pengurus PWI Bangka Barat Beri Pelatihan Jurnalistik di SMKN I Paritiga

Pada acara puncak, puluhan pria dan wanita yang mengenakan seragam silat hitam, berkumpul di tengah lapangan.

Mereka saling rebutan ribuan ketupat, untuk saling dilemparkan kepada satu sama lain. Riuh peserta dan penonton terasa di tengah acara.

Selanjutnya perang ketupat dilakukan oleh para tamu dari kalangan pejabat dan terakhir antar-masyarakat setempat.

Baca Juga: 1.959 Santri TPA se-Bangka Barat Ikuti Munaqosyah Tulis Bersama

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengatakan, kegiatan ini merupakan tradisi turun menurun penduduk asli Tempilang yang diperkirakan ada sejak tahun 1.800.

“Perang ketupat tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Karena nuansa budaya dan kesenian, jauh lebih kental,” kata Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Minggu (3/3/2023).

Ia menambahkan, setiap tahun perang ketupat dilaksanakan dengan tujuan menjalin silaturahmi menjelang ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan.

“Bagaimana orang terdahulu, melestarikan kebudayaan ini, dari sisi keagamaan dan sebagainya, mempertahankan adat istiadatnya. Tidak berpengaruh adat dari luar. Boleh kita menggunakan teknologi, tetapi tetap berpegang teguh dengan adat istiadat lokal,” katanya.

Baca Juga: Terperosok Saluran Air, Pemotor di Desa Air Gantang Bangka Barat Tewas

Mantan anggota DPRD Bangka Belitung ini mengharapkan festival Perang Ketupat ke depannya selalu dapat dilestarikan kepada generasi yang akan datang.

“Kedepan kita harus benar-benar serius, terutama untuk dapat mendatangkan wisatawan bukan hanya lokal, tetapi mancanegara. Kedepan kita perkuat lagi dari pendanaan dan seni budayanya,” tutup Bong Ming Ming. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts