Penulis: Fadhlina Rozzaqyah
Lahat, Sumselupdate.com – Kurikulum Merdeka Belajar suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat, di mana pembelajaran yang diberikan berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
Pengembangan karakter siswa pada kurikulum ini juga diharapkan mampu menekan berkembangnya 3 isu dosa besar Pendidikan di Indonesia.
Selain perundungan dan kekerasan seksual, praktik dosa besar ini juga terkait diskriminasi dan intoleransi.
Diskriminasi dan intoleransi adalah perbuatan kekerasan dalam bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan suku/etnis, agama, kepercayaan, ras, warna kulit, usia, status sosial ekonomi, kebangsaan, jenis kelamin, dan/atau kemampuan intelektual, mental, sensorik, serta fisik.
Baca Juga: Pendaftaran CASN 2023 Diperpanjang Hingga 11 Oktober
Bentuk diskriminasi dan intoleransi ini salah satu contohnya adalah adanya larangan atau pemaksaan dalam akses Pendidikan, pemberian bantuan, maupun membedakan hak san atau kewajiban siswa, pendidik, dan tenaga Pendidikan dengan alasan latar belakang suku/etnis, agama, kepercayaan, ras, warna kulit status sosial ekonomi, status kebangsaan dan lain sebagainya.
Untuk menekan terjadinya praktik diskriminasi dan intoleransi tersebut, peranan guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kompetensi multikultural siswa merupakan suatu hal yang harus diperhatikan oleh guru BK dalam pelayanannya.
Berangkat dari hal tersebut, pada 26 September–6 Oktober 2023, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sriwijaya (Unsri) mengadakan pelatihan dan sosialisasi Layanan Dasar Berbasis Multikultural bagi Guru BK Kurikulum Merdeka Belajar guna meningkatkan kompetensi multikultural siswa SMP Negeri 5 di Kabupaten Lahat.
Baca Juga: Ratusan Generasi Muda Palembang Didorong Ikuti Program Magang Kerja ke Jepang
Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Rahmat Sri Fauzi, MPd didampingi Kepala SMP Negeri 5 Lahat, Herwansyah, SPd.
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Rahmat Sri Fauzi, MPd berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan tambahan dan diikuti dengan sungguh-sungguh oleh guru-guru peserta pelatihan.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang guru BK SMP/Sederajat di Kabupaten Lahat, dengan didampingi tim dosen dan mahasiswa pelaksana yang solid diketuai oleh Dr Yosef, MA dan beranggotakan Dra Rahmi Sofah, MPd, Fadhlina Rozzaqyah, MPd, Silvia Ar, MPd yang didukung oleh 8 orang mahasiswa, yaitu Siti Zahara At-Tohiroh, Annisa Assakdiah, Tiara Salma, Yoga Dwi Prabowo, Jerico Rizky, Elda Dita, Mutiara Dewi, dan Kristina.
Kegiatan ini kemudian dilaksanakan dengan bentuk diskusi, simulasi dan praktik mandiri yang dilakukan oleh peserta kegiatan dengan mengacu pada E-Book yang dikembangkan oleh Dr Yosef, MA dengan judul ‘Efikasi Diri Multikultural’ sebagai media pengembangan kompetensi multikulturas siswa.
Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai pendidik agar dapat berkembangnya kompetensi multikultural siswa melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling. (**)











