Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Sedikutnya 100 orang mahasiswa beralmamater hijau Universitas Muhamadiyah Palembang menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (4/10/2023).
Unjuk rasa ini yang dilakukan mahasiswa ini berkaitan dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang melanda Sumatera Selatan.
Mahasiwa yang menamakan Aliansi Mahasiswa Muhamadiyah Bersatu (AMMB) menyayangkan status Kota Palembang dengan kondisi udara terburuk di Indonesia setelah beberapa pekan ini diselimuti dengan kabut asap.
Belum lagi, kondisi kabut asap yang belakangan semakin parah juga menyebabkan instansi pendidikan mulai dari SD, SMP, dan SMA di Kota Palembang kembali menjalani pembelajaran dalam jaringan atau daring.
Mereka menyebut, akibat kabut asap yang melanda Kota Palembang juga berimbas banyaknya masyarakat yang terjangkit penyakit pernapasan ISPA.
Ketua Koordinator AMMB Ivan Arnando menjelaskan aksinya kali ini membawa empat tuntutan yang di antaranya meminta Pemprov Sumsel memberikan pengobatan gratis terhadap masyarakat yang terjangkit ISPA.
“Juga meminta Pemprov Sumsel mensubsidi pendidikan,” ucapnya yang menjelaskan hal itu lantaran adanya kabut asap yang melanda Kota Palembang.
Kemudian mereka juga meminta Pemprov Sumsel untuk melakukan transparansi anggaran terkait dengan penanganan Karhutlah Sumsel.
“Kami juga meminta periksa semua perusahaan yang tidak memiliki standar SOP terkait dengan kebakaran hutan dan lahan, dan tindak tegas semua oknum perusahaan yang terlibat sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tambah dia.
Lebih lagi, mereka AMBB juga ingin mengajukan diri terlibat dalam Satgas Penanganan Karhutlah di Provinsi Sumsel.
“Kami meminta jangka waktu satu Minggu untuk Pemprov Sumsel menindak lanjuti tuntutan kami, apabila tidak dilaksanakan kami akan melakukan unjuk rasa engan membawa massa lebih banyak,” ucap dia.
Sementara, PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Supriono menyampaikan pihaknya hingga kini terus berupaya melakukan penanganan Karhutlah, baik dari pemadaman maupun pencegahan.
“Langkah pertama adalah melakukan preventif kepada semua pihak mau itu sengaja atau tidak sengaja karena cuaca panas yang ekstrim,” ucapnya.
Kata dia, pihaknya bersama dengan Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya dengan adanya Satgas Penanganan Karhutlah Provinsi Sumsel terus melakukan upaya pemadaman di beberapa titik lokasi kebakaran yang ada di Sumsel.
“Itu kita sudah bahu membahu terlibat untuk memadamkan dan tidak tinggal diam dan terus melakukan mitigasi,” tandasnya. (**)











