Muratara, Sumselupdate.com –Untuk mencegah resiko terhadap penularan virus polio type II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang diselenggarakan Empat tahun sekali.
Sebanyak 21.813 ribu anak Balita Lima Tahun (Balita) se Muratara diberikan vaksin polio.
Pemberian tetes pertama vaksin polio oleh Wakil Bupati (Wabup) Muratara H Devi Suhartoni, berlangsung di Lapangan Silampari Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, yang diikut sertakan oleh ratusan Balita, Selasa (8/3).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muratara, Hj Gusti Rohmani menyampaikan dalam pembukaan kegiatan pencanangan PIN Polio tahun 2016. Merupakan kegiatan serentak diseluruh Indonesia.
Sebagaimana disampaikan dalam surat edaran Kementrian Kesehatan RI No. 441/323/SJ/II/2016 Tentang PIN Polio tahun 2016 dimana setiap Balita termasuk yang baru lahir, tinggal di Indonesia harus di kasih vaksin polio dari umur 0-59 bulan.
“Ya bagi Balita diwajibkan untuk diberikan vaksin, “katanya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terhadap penularan virus polio type II, serta perlindungan secara optimal dan merata dari usia nol-59 bulan terhadap munculnya kasus polio.
“Kegiatan ini untuk mengurangi risiko terhadap penularan virus polio type II, “jelasnya.
Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, yang disampaikan pada saat pembukaan hari pencanagan PIN Polio tahun 2016, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di jajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat yang telah berperan serta dalam mensukseskan PIN Polio.
Program imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang paling efektif dalam pembangunan kesehatan, utamanya dalam pengendalian dan pencegahan dengan imunisasi atau P3I. Yang mencakup sasaran lima juta orang bayi di seleluruh Indonesia.
Dalam mencapai target diperlukan dukungan dari berbagai disiplin ilmu, terutama para doktor ahli, dan spesialis, dan hukum serta antar lintas sektor dibidang kesehatan.
Indonesia telah berhasil mendapatkan sertifikasi bebas polio, bersama-sama negara-negara yang tergabung dalam sout, east Asia region
Pada Maret 2014. Akan tetapi masih ada dua negara yakni Afganistan dan Pakistan yang masih terkena polio, untuk menekan hal ini perlu komitmen seluruh negara termasuk Indonesia untuk melakukan upaya-upaya menuju Indonesia bebas polio 2020.
Jika hal ini dapat dilakukan, maka akan menjadi awal prestasi dalam mencapai dibidang kesehatan setelah eradikasi polio Indonesia, pasca cacar atau variolah.
Anak usia 0-59 bulan atau Balita merupakan anak usai yang paling rentan tertular oleh penyakit polio.
Kegiatan ini merupakan rangkaian mitigasi dalam melakukan perlindungan anak











