Wakil Ketua MPR: Pendidikan dan Kesehatan Prioritas Utama  

Jumat, 25 Agustus 2023
Wakil Ketua MPR Prof Dr Sjarifuddin Hasan menjadi narasumber sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023).

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR Prof Dr Sjarifuddin Hasan menjadi narasumber sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023).

Sjarifuddin Hasan mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Kunci pembangunan sumber daya manusia adalah pendidikan dan hidup sehat.

Read More

“Komitmen kita pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas. Kunci pembangunan sumber daya manusia adalah pendidikan dan kesehatan. Pemerintah harus memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Itu prioritas utama,” kata Syarief dalam Sosialisasi Germas. Turut hadir sebagai pembicara sosialisasi Germas terkait penyakit TBC ini adalah praktisi kesehatan dr. Herni Anggraeni dan Sulistyo, SKM (Tim Kerja TBC Kemenkes).

Menurut Syarief Hasan, sapaan Sjarifuddin Hasan,  masalah pokok bangsa adalah pendidikan dan kesehatan. “Itu tolok ukur suatu negara dikatakan maju. Orang miskin salah satunya karena kesehatan. Karena kalau orang sakit maka biaya yang dikeluarkan cukup besar. Karena itulah kesehatan sangat penting,” tuturrnya.

Dikatakan, hidup sehat sangat penting. Biar memiliki uang, kedudukan, pangkat, tapi kalau tidak sehat, tidak berarti apa-apa. Jadi harus sehat lebih dulu.

Menanggapi data yang menunjukkan Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia dalam penyakit TBC, Syarief Hasan mengemukakan dua penyebab tingginya penderita TBC di Indonesia.

Pertama, karena jumlah penduduk Indonesia cukup besar. Indonesia menempati urutan keempat dunia dalam jumlah penduduk, setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Penyebab kedua karena pertumbuhan ekonomi. Bila pertumbuhan ekonomi turun, dapat dipastikan anggaran kesehatan juga turun.

“Itulah yang menyebabkan ranking penderita TBC di Indonesia naik. Tapi dengan kinerja Kementerian Kesehatan,  tahun 2024 dan seterusnya, jumlah penderita TBC bisa dikurangi,” jelasnya.

Syarief Hasan kemudian membandingkan dengan masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia turun drastis, bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat minus 2,9 persen.

“Ternyata, masalah kesehatan pada waktu itu sangat luar biasa. Kondisi kesehatan masyarakat pada saat itu cukup buruk. Banyak orang sakit, rumah sakit pun penuh karena Covid-19 dan penyakit lain,” katanya.

Tetapi Alhamdulillah, lanjut Syarief, pemerintah bisa mengatasi kondisi kesehatan masyarakat pada waktu itu.

“Sekarang rata-rata pertumbuhan ekonomi 4-5 persen. Ini belum cukup, karena itu kita selalu mendorong agar anggaran kesehatan karena untuk sumber daya manusia menjadi perhatian. Ini adalah komitmen kita,” kata anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kabupaten/Kota Cianjur dan kota Bogor ini.

Bila pertumbuhan ekonomi naik, tambah Syarief Hasan, maka anggaran untuk sumber daya manusia pun yang dikelola antara lain oleh Kementerian Kesehatan akan lebih besar.

Ke depan, anggaran kesehatan akan ditingkatkan sehingga meskipun jumlah penduduk Indonesia bertambah, masalah kesehatan masih bisa di tangan. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts