Pengamat Sebut Birokrat Seperti ESP Lebih Disukai Pemilih Pada Pilwako Palembang

Minggu, 20 Agustus 2023
Eddy Santana Putra

Laporan Syandi Fran Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat Kota Palembang cenderung lebih menyukai sosok birokrat untuk memimpin Kota Palembang pada Pemilu 2024 mendatang. Pemilih menggambarkan sosok birokrat yang diinginkan seperti kepemimpinan Eddy Santana Putra, yang dinilai berani, tegas dan inovatif.

Read More

“Sosok birokrat seperti ini dinilai lebih mampu menyelesaikan persoalan dinamika perkotaan yang rumit di Kota Pempek ini,” ungkap Pengamat Politik di Palembang Fatkurohman menanggapi dinamika Pilwako Palembang 2024.

Dia mengatakan hasil pemetaan BDRC di Dapil I Kota Palembang, sosok birokrat pemimpin yang paling banyak disukai masyarakat sekitar 39 persen, disusul tokoh parpol 30 persen, profesional 25 persen, sisanya bersikap netral dan belum bersikap.

Sosok birokrat yang diinginkan dan paling melekat di mata pemilih seperti sosok Eddy Santana Putra mantan walikota Palembang seorang birokrat dan teknokrat yang berani, tegas tapi juga inovatif.

“Dia dinilai sebagai birokrat tegas, berani serta inovatif dalam memimpin Palembang sehingga sukses mengubah citra Kota Palembang yang kumuh menjadi Kota bersih dan modern,” terang Alumni Sosiologi FISIP Unsri.

Dijelaskan, saat ini sosok Eddy Santana Putra, citranya belum tergantikan dalam pembangunan Kota Palembang oleh pemimpin sesudahnya.

“Dalam pemetaan juga terungkap, siapa pun yang didukung secara terbuka oleh ESP berpeluang bisa bersaing di Pilwako Palembang mendatang,” terang Dia.

Pengamat Politik di Palembang Fatkurohman

Dengan data ini, maka sejumlah tokoh berasal dari birokrat tentu punya angin segar untuk bisa ikut berkompetisi selain politisi ataupun profesional.

Saat ini tokoh birokrat yang sudah muncul dan potensial bakal ikut berkompetisi di antaranya Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Dinas Perkim Provinsi Sumsel Basyaruddin Akhmad, Mantan Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar.

Ratu Dewa menjadi tokoh birokrat yang sudah populer terlebih dahulu sedangkan Basyaruddin Akhmad menjadi tokoh baru dari birokrat yang mengalami tren peningkatan popularitas paling positif belakangan ini.

“Ketokohannya dikenal di segmen pemukiman menengah atas dan juga mulai masif populer segmen ibu-ibu pengajian. Peningkatan popularitas Basyaruddin belakangan ini ditopang sosialisasi intens di tengah masyarakat baik itu melalui APK ataupun tatap muka langsung,” ujar dia.

Ditambahkannya, tokoh lainnya yang saat ini sedang giat-giatnya bersosialisasi ada nama tokoh parpol seperti Finda (Nasdem), Prima Salam (Gerindra), Yudha Pratomo Mahyudin (Demokrat), politisi Akbar Alfaro, dan aktivis Charma.

Tokoh birokrat akan bersaing dengan tokoh parpol untuk manarik hati masyarakat Kota Palembang.

“Tokoh Parpol misalkan Prima Salam cenderung sudah populer di pemilih religius, Akbar dan Yudha populer di kalangan milenial dan kelompok menengah cukup populer. Sedangkan masyarakat miskin Kota ada nama Charma juga cukup populer,” terang Dia.

Dia menambahkan agar bisa bersaing Para tokoh baru harus bisa dikenal di seluruh segmen pemilih.

“Ini menjadi tantangan ke depan untuk tidak hanya sosialisasi menggunakan APK tetapi juga turun ditengah masyarakat baik itu birokrat ataupun politisi,” ujarnya pria yang juga Koordinator Wilayah Public Trust Institute ini.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts