Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupadte.com – Dengan motif ingin memeras pria hidung belang, lima germo yang masih remaja di tangkap usai tamunya seorang pria sudah dalam kondisi babak belur kabur ke Polsek Sukarame, Palembang, laporkan penganiayaan, pada Selasa (04/07/2023) pagi sekitar pukul 09:30 WIB.
Lima germo yang ditangkap yakni Arif Hidayat (18) pengangguran warga jalan Lumpur IV, Sako, Deri Prayoga (20) mahasiswa Perumnas RSH Blok 5, Sako, Khrisna Dhito (21) pengangguran warga Jl SH Wardoyo gang Duren, Seberang Ulu 1.
Kemudian Harsit Kumara (22) pengangguran Warga Perumahan Perumnas Sako Bougenville, Kelurahan Lebung Gajah, Sako, dan Jordy Saputra (20) pengangguran asal Talang Ubi, Pali.
Kapolsek Sukarame, Palembang M Ikang Ade Putra SIK MH menjelaskan, pengungkapan kasus pengeroyokan ini terbilang cepat, sebab lokasi TKP untuk yang tak begitu jauh dari Mapolsek Sukarami.
Dimana disebutkan ternyata aksi pengeroyokan dengan motif ingin memeras korban tersebut sudah direncanakan sejak awal.
Bermula saat korban Perdiansyah (30) seorang driver ojek warga asal Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, Palembang, mendapatkan kenalan wanita dari aplikasi Mi-Chat.
Dimana Perdiansyah berniat mengajak wanita berinisial DP (17) tersebut untuk kencan di salah satu penginapan melati di jalan Sultan Hasanuddin III, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang.
“Akun Mi-Chat itu di operasi oleh dua pelaku untuk memancing korban datang ke penginapan,” jelas Kapolsek Sukarami Palembang Kompol M Ikang Ade Putra SIK MH, didampingi Kanit Reskrim Iptu Deni Irawan.
Setelah korban bertemu dengan wanita tersebut di dalam salah satu kamar penginapan, mendadak ke lima tersangka mendobrak pintu kamar korban.
“Salah satu pelaku mengaku jika wanita yang hendak di kencani korban merupakan pacarnya, yang kemudian pelaku meminta sejumlah uang sebagai bentuk damai dan mengancam akan melakukan penganiayaan jika tidak dituruti,” tandasnya.
Korban yang melawan, lantas menjadi bulan-bulanan ke lima germo tersebut, bahkan salah satu pelaku juga sempat menyiramkan BBM ke tubuh korban.
“Karena korban melawan dan memberikan perlawanan, korban kabur setalah satu pelaku membawa balok kayu,” ucapnya.
Dalam kondisi babak belur, korban yang kabur melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sukarami yang tak jauh dari TKP.
“Karena dekat, anggota langsung mendatangi TKP setelah memeriksa ke CCTV lobby penginapan kita tangkap ke lima pelaku yang saat itu masih berada di TKP,” ucapnya.
Dari penangkapan itu, sejumlah barang bukti juga diamankan berupa lima ponsel milik tersangka, satu buah sendal yang digunakan untuk menampar korban, dan satu balok kayu sepanjang 1 meter lebih.
Akibat perbuatannya ke lima germo ini dikenakan melanggar pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara 7 tahun kurungan.
Terlepas itu, Kompol M Ikang Ade Putra juga menjelaskan terkait dengan kegiatan pelaku sebagai germo tak menutup kemungkinan juga akan di jerat dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Tidak menutup kemungkinan kita kenakan pasal berlapis dengan berjalannya pemeriksaan, sementara untuk DP kita jadikan korban,” jelasnya.
Terpisah, dua tersangka yang menjalankan aplikasi Mi-Chat yakni Arif Irawan (18) dan Deri Prayoga (20) kompak menjawab menjajakan DP sebagai pemuas pria hidung belang sejak lebaran idul Adha tahun ini.
“Baru semenjak lebaran idul Adha tadi saya menjadi operator Mi-Chat, untuk DP,”ucapnya Arif.
Kepada korban Perdiansyah, kedua tersangka ini mematok harga Rp300.000 untuk sekali kencan dengan korban DP.
“Saya mukul korban pakai sendal, dan juga goco pakai tangan,” kata Deri.
Sementara satu pelaku yang mengaku sebagai pacar dari DP yakni Khrisna Dhito (21) mengakui hubungannya dengan korban DP sebagai sepasang kekasih.
“Saya yang peras pelaku minta uang 5 juta, dan saya juga yang ancam korban pakai kayu balok,” jelasnya. (**)











