Pasca Pemukulan Oleh Atlet Jabar, Ketua Harian KONI Sumsel Menanti Perintah Gubernur

Selasa, 27 September 2016
Suasana kerusuhan yang terjadi tribun atas saat pertandingan polo air yang berlangsung di Stadion Renang Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2016).

Palembang,Sumselupdate.com – Pasca insiden pemukulan yang dilakukan oleh atlet polo air Jawa Barat terhadap atlet Sumsel terus didalami kontingen Bumi Sriwijaya lewat jalur hukum.

Ketua harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Nasrun Umar mengatakan pihaknya tinggal menunggu perintah Gubernur Alex Noerdin selaku Ketua Umum KONI Sumsel untuk mengambil sikap terkait pemukulan hingga mengakibatkan atlet polo air pecah kepala.

“Kalau kata pak gubernur lanjakke (lakukan-red) akan kita lanjakke soal laporan hukum ini,” tegas Nasrun di posko kontingen Sumsel di Hotel Royal Dago Jalan Juanda Bandung, Selasa (27/9/2016).

Untuk saat ini kontingen Sumsel tengah mempersiapkan sikap lanjutan proses hukum yang telah mereka laporkan ke pihak berwajib.

Nasrun menyebut, sejumlah bukti seperti video, hasil visum dan perlengkapan lainnya tengah dimatangkan untuk mengambil langkah ke depan.”Sekarang kita tengah prepare tentang proses lanjutan hukum. Namun, kita tinggal momentum untuk meneruskan perlakuan brutal atlet tuan rumah itu,” jelasnya.

Seperti diketahui, atlet polo air Sumsel menerima tindakan tidak terpuji dari atlet polo air tuan rumah yang melakukan pemukulan hingga menyebabkan kepala pejuang olahraga Sumsel pecah pada babak semifinal beberapa waktu lalu.

Bahkan, imbas dari insiden memalukan ini seluruh publik olahraga tanah air mengambil sikap dengan menghujat Jabar tidak siap menyelenggarakan PON di dunia maya.

Pria yang juga menjabat sebagai manajer SFC ini sangat menyayangkan perlakuan atlet polo air Jabar. Padahal, di dalam olahraga tindakan fair play harus dijunjung tinggi.

Jika sikap adil telah dilakukan namun fakta di lapangan berbeda, tinggal Pengurus Besar (PB) PON lah yang harus bertindak untuk mengambil sikap seluruh prilaku atlet saat berlaga.

“Roh olahraga itu adalah sportifitas. Apabila sudah tidak dipegang lagi maka hancurlah olahraga. Ketika kita dicurangi hingga dipukul, tentunya Sumsel akan bersikap mencari keadilan,” ujar Nasrun. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts