Kaffah Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana 2023, Jokowi : Indonesia Menduduki Tiga Teratas Paling Rawan Bencana

Jumat, 3 Maret 2023

Laporan : Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Plt Bupati Muaraenim, Ahmad Usmarwi Kaffah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana, Kamis (2/3/2023) di Jakarta Internasional Expo yang dibuka oleh Presiden RI, Jokowi Widodo.

Read More

Dari Rakornas itu, Plt Bupati menyampaikan bahwa arahan yang disampaikan Presiden RI Ir Joko Widodo akan menjadi pedoman dan motivasi baginya, termasuk para pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Muaraenim untuk mampu menghadapi maupun meminimalisir dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Saya menegaskan bahwa Pemkab Muaraenim perlu mempersiapkan diri meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bahaya dan dampak bencana, khususnya kebakaran hutan, banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di Kabupaten Muaraenim,” ungkapnya, Jumat (3/3/2023) dalam keterangan persnya.

Sesuai arahan Presiden lanjutnya, Pemkab Muaraenim sependapat agar kebijakan penanggulangan bencana dapat dibahas dan diakomodir dalam rencana pembangunan daerah di setiap tahun anggaran.

“Menurut kita sangat tepat jika regulasi atau aturan terkait pendistribusian bantuan kepada korban dapat disederhanakan sehingga bantuan tidak tertumpuk di posko melainkan langsung disalurkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan saat ini semua negara tengah mewaspadai perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan frekuensi bencana.

“Perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis dan Indonesia menempati tiga teratas paling rawan bencana,” ujarnya.

Diungkapkan, frekuensi bencana di Indonesia naik 81 persen, dari 1.945 bencana di tahun 2010 menjadi 3.544 bencana di tahun 2022, yang meliputi banjir, letusan gunung berapi, tanah longsor, gempa bumi serta bencana alam dan nonalam lainnya.

“Oleh sebab itu, siaga dan waspada itu menjadi kunci, baik tahap prabencana, pada tahap tanggap darurat, maupun pascabencana. Semuanya harus disiapkan, semuanya harus dikelola dengan baik,” lanjutnya.

Di kesempatan itu, Presiden menekankan tahap prabencana sangat penting untuk memitigasi risiko serta meminimalisir korban dan kerugian akibat bencana.

“Kita ini masih sering sibuk di tahap tanggap darurat, pas terjadi bencana, padahal yang namanya prabencana, tahap prabencana itu jauh lebih penting. Bagaimana menyiapkan masyarakat, bagaimana mengedukasi masyarakat, bagaimana memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk langkah-langkah antisipasi, itu harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, terkait tahapan prabencana, Presiden Jokowi menekankan sejumlah hal. Pertama, yaitu sistem peringatan dini.

“Yang pertama, penting itu peringatan dini. Ini sering masih kita terlambat, peringatan dini,” tuturnya.

Lebih lanjut Presiden, memberikan edukasi bencana kepada masyarakat, seperti edukasi mengenai upaya yang harus dilakukan jika terjadi bencana gempa bumi atau adanya potensi letusan gunung berapi.

“Mengedukasi masyarakat, memberikan pelatihan kepada masyarakat itu jauh lebih penting. Sehingga masyarakat tahu ke mana akan lari, ke mana akan berlindung,” terangnya.

Kemudian, Presiden menekankan mengenai tata ruang dan konstruksi. Presiden meminta jajaran terkait terutama dinas pekerjaan umum daerah dan badan perencanaan pembangunan daerah untuk memperhatikan mengenai hal ini.

“Jangan sampai terjadi, karena ini selalu berulang, misalnya di Palu, ada satu desa yang atau satu kecamatan yang setiap 20 tahun, setiap 50 tahun selalu berulang gempa ada di situ, tsunami, tanah merekah selalu titiknya sama, tetapi tetap masih dibangun perumahan di situ,” katanya.

Presiden juga meminta agar jajaran terkait memperhatikan peta kerawanan bencana dalam memberikan izin pendirian bangunan.

“Kita tuh kan sudah punya peta di mana yang terjadi erupsi gunung berapi, di mana yang sering terjadi gempa, kita tahu semuanya. Mestinya mulai diwajibkan agar masyarakat yang mendirikan bangunan itu konstruksinya diarahkan, yaitu konstruksi-konstruksi yang antigempa,” urainya.

Diketahui, Plt Bupati Muaraenim dikesempatan itu hadir bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim Abdurrozieq Putra, dan juga bersama para kepala daerah lainnya, baik gubernur maupun bupati/walikota se-Indonesia mendengarkan dengan seksama arahan Presiden RI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts