Palembang, sumselupdate.com – Pembangunan Flyover Sekip Ujung/ Angkatan 66, Kota Palembang diperkirakan akan molor dari target selesai Desember 2023.
Pembangunan yang dimulai sekitar April 2022 ini hingga ini masih belum terlihat progres yang signifikan.
Pihak pembangun dalam hal ini Waskita Karya baru menyelesaikan jalan samping jembatan untuk ruas Jalan Basuki Rahmat.
Sementara bagian ruas Jalan R Soekamto masih dilakukan pengerukan tanah sisi kiri dan kanan.
Pembangunan jembatan dengan total panjang 660 meter dengan lebar jembatan 18,4 meter ini menuai sorotan dari publik.
Mulai dari kemacetan hingga banjir yang cukup parah dibandingkan sebelum adanya pembangunan tersebut.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan BBPJN Sumsel, Elsa Putra Friandi mengatakan, progres Flyover Sekip ini sudah lebih dari 40,3 persen.
“Ada kendala karena persoalan pembebasan lahan, maka kemungkinan akan mundur ke tahun anggaran 2024,” katanya.
Setidaknya ada tiga titik lahan bermasalah yang menyebabkan progres pembangunan menjadi lambat.
Yakni lahan milik Bea Cukai, lahan Siswandi, dan lahan almarhum Bastari.
Namun, Pemerintah Kota Palembang sendiri mengaku pembayaran pembebasan lahan di bagian yang merupakan tupoksinya sudah selesai.
“Untuk pembebasan lahan sudah kita tunaikan, sekarang sudah menjadi tanggungjawab pembangun untuk menyelesaikannya,” kata Walikota Palembang Harnojoyo.
Pemerintah Kota Palembang meminta masyarakat untuk bersabar menunggu pihak pembangun menyelesaikan Flyover Simpang Sekip Ujung untuk mengurangi kemacetan.
“Kami berharap semua mendukung segala program untuk kemajuan Kota Palembang,” katanya.
Flyover itu nantinya memiliki panjang 156 meter di sisi Jalan Basuki Rahmat dan 124 meter di Jalan R Soekamto. Sama dengan yang lainnya, jembatan ini akan punya sesuatu dengan ciri Khas Palembang. (Iya)











