Gerindra Minta Kenaikan Ongkos Naik Haji Rp 69 Juta Dikaji Kembali

Selasa, 31 Januari 2023
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat membuka Rakerda Partai Gerindra Lampung, Senin (30/1/2023)

Lampung, sumselupdate.com – Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai kenaikan biaya haji Rp 69 juta terlalu berat bagi rakyat. Hal tersebut disampaikan Muzani saat membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Gerindra Lampung, pada Senin (30/1/2023).

Rakerda ini dihadiri lebih dari 2.000 kader Gerindra mulai dari ranting, PAC, DPC, dan relawan, serta simpatisan Partai Gerindra se-Provinsi Lampung.

Read More

Menurut Muzani, untuk memperbaiki nasib rakyat miskin dan orang-orang terpinggirkan hanya bisa dibela oleh kekuasaan. Untuk itu, dia menegaskan, salah satu wujud nyata Partai Gerindra untuk membela rakyat yakni dengan meminta pemerintah mengkaji kembali rencana kenaikan ongkos naik haji (ONH) Rp 69 juta.

“Sebagai bentuk kesungguhan dari Partai Gerindra ingin terus bersama rakyat dalam usia 15 tahun, kami ingin memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat. Baru-baru ini misalnya Kementerian Agama menyampaikan kenaikan biaya ongkos naik haji (ONH) menjadi Rp 69 juta untuk calon jemaah haji reguler. Menurut kami jumlah kenaikan ONH ini, kenaikan biaya haji ini terlalu berat. Terlalu berat untuk rakyat,” ujar Muzani.

Muzani menambahkan bahwa umumnya mereka yang membayar ONH saat ini adalah rakyat berpenghasilan rendah sehingga kenaikan ONH tersebut dinilai terlalu tinggi dan harus dirundingkan lagi.

“Rakyat yang sekarang membayar ONH umumnya orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan. Mereka adalah orang-orang kecil, seperti pedagang bakso, tukang ojek, guru honorer yang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk ditabungkan dalam ONH. Jadi, kalau ONH naik menjadi 69 juta rasanya masih terlalu tinggi. Itu sebabnya Fraksi Gerindra di Komisi VIII meminta untuk berunding lagi dengan pemerintah guna membicarakan masalah ini sehingga masyarakat yang sudah menabung ONH tidak mengurungkan niatnya untuk berhaji,” tambah Wakil Ketua MPR itu.

Muzani juga mengatakan partai politik adalah wadah menempa bagi calon-calon pemimpin mendatang. Untuk itu, dia memastikan Gerindra akan terus belajar dari partai politik lainnya yang telah lebih dulu berkuasa untuk bagaimana melayani rakyat sebaik-baiknya dan bagaimana mengelola kekuasaan yang dimaksudkan untuk kepentingan rakyat.

Karena itu, sebutnya, dalam usia 15 tahun Partai Gerindra akan terus belajar menjadi partai politik yang baik dalam melayani, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Dan Pak Prabowo mentekadkan diri bahwa jabatan presiden yang nantinya akan diraih itu dimaksudkan sebagai alat perjuangan untuk orang-orang kecil,” pungkas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI tersebut. (ril)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts