Dua Pekan Air PDAM Lematang Enim Tidak Mengalir, Warga Ngadu ke Dewan

Senin, 5 Desember 2022
Anggota DPRD Kabupaten Muaraenim Fraksi PDI Perjuangan Munyati

Muaraenim, Sumselupdate.com — Sebanyak 350 KK warga Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas, mengeluhkan pendistribusian air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim yang sudah dua minggu tidak mengalir. Akibatnya warga terpaksa mengangkut air ke sungai dan rumah warga yang memiliki sumur.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Muaraenim Fraksi PDI Perjuangan Munyati, Senin (5/11/2022) pada sidang paripurna, pembahasan Program Pembentukan peraturan Daerah Kabupaten Muaraenim tahun 2023, di ruang sidang paripurna DPRD Muaraenim.

Read More

Kejadian serupa pernah terjadi juga pernah terjadi pada bulan Oktober lalu, warga mengeluhkan hal yang sama. Namun sudah ditindaklanjuti tidak lama berselang air kembali tidak mengalir.

Ditegaskan Munyati, air PDAM sempat mengalir hingga tanggal 14 November. Setelah hari itu sampai saat ini warga mengeluhkan air kembali tidak mengalir, akibatnya aktivitas warga terganggu.

“Karena tidak ada air, warga terpaksa mengangkut air ke sungai. Sedangkan untuk kebutuhan dapur, memasak dan minum mereka minta ke rumah warga yang ada sumur,” tegasnya.

Lanjut, Munyati beberapa hari lalu, ia mengaku didatangi sekelompok ibu-ibu ke kediamannya yang mengeluh terkait tidak adanya pasokan air PDAM. Secara pribadi, dirinya sempat menghubungi pihak PDAM. Namun belum mendapatkan jawaban atau respons terhadap permasalahan itu.

Sampai saat ini masyarakat belum mengetahui kendala apa yang menyebabkan aliran air tersebut terganggu karena tidak ada pemberitahuan.

“Kalau memang ada kendala atau hal lainnya, sudah sepatutnya PDAM memberikan pemberitahuan atau pengumuman kepada warga,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan akibatnya 700 jiwa yang tergabung dalam 350 KK yang terdampak karena tidak mengalirnya air PDAM tersebut.

“Sebenarnya permasalahan PDAM ini tidak hanya di Desa Muara Gula Baru. Namun termasuk juga Desa Tanjung Raman dan Muara Gula Lama, ikut juga terdampak,” urainya.

Kemudian, dirinya berharap pihak terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan yang ada, sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan atas kejadian ini.

Sementara itu, Direktur PDAM Muaraenim Sartono melalui Kabag Humas Jhon Iskandar mengaku akan melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait permasalahan ini, pihaknya akan berkoordinasi juga dengan petugas di lapangan, apakah 2 minggu tersebut PDAM benar-benar mati atau mengalir namun airnya kecil.

“Nanti akan kita tinjau dulu, apa yang menjadi penyebab terganggunya aliran air PDAM tersebut, untuk setiap warga yang aliran airnya terganggu bisa menyampaikan aspirasi atau keluhannya kepada petugas di lapangan,” tuturnya.

Untuk itu, Jhoni mengatakan pihaknya akan melakukan sinkronasi dan mencari penyebab terjadinya macet atau tidak mengalirnya air tersebut.

“Kita akan melakukan sinkronisasi serta mencari penyebab macet atau tidak mengalirnya air tersebut, sehingga nanti ada solusi untuk permasalahan yang ada,” pungkasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts