Laporan: Candra Budiman
Palembang, Sumselupdate.com – Anggota unit Pidum bersama Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, mengamankan dua pelaku pencurian besi penutup bak kontrol (Manhole Cover) yang terpasang di trotoar Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten A Rivai, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Kedua pelaku masing-masing M Pendi (36) dan Novriansyah (34), keduanya merupakan warga Kelurahan 32 Ilir, Palembang melakukan aksinya di Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.
Buah dari perbuatan jahatnya, betis masing-masing kedua pelaku diberikan hadiah timah panas petugas, karena saat ditangkap berusaha melawan aparat.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi, mengatakan, korbannya merupakan kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM TR) Provinsi Sumsel.
Kantor Dinas PUBM TR Sumsel itu kehilangan 45 buah penutup bak kontrol, dengan total nilai kerugian sebesar Rp90 juta.
“Dari laporan korban, anggota kita melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua pelaku, untuk saat ini masih kita dalami terkait adanya pelaku lainnya,” jelas Kompol Tri di ruang kerjanya pada Selasa (6/9/2022).
Penutup bak yang terpasang itu, lanjut Kompol Tri, berfungsi untuk mengatur aliran air agar tidak banjir dan pejalan kaki tidak terjatuh.
“Tutup itu sudah sering hilang dan diganti lagi oleh Dinas PU Bina Marga. Total sudah 45 yang hilang dan diganti lagi oleh Dinas PU, karena itu fungsinya untuk mengendalikan banjir,” terangnya.
Kompol Tri juga menegaskan, atas aksinya kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman 5 tahun penjara.
“Kedua pelaku diberikan tindakan tegas, karena melawan dan hendak kabur saat ditangkap. Untuk barang bukti yang diamankan, ada gerobak, palu, obeng, dua buah besi penutup bak kontrol,” pungkasnya.
Sementara itu, pelaku Pendi mengatakan, jika sudah delapan kali mencuri penutup bak kontrol di Jalan Angkatan 45 dengan menggunakan obeng dan palu untuk melepaskan besi penutup.
“Sudah delapan kali saya lakukan aksi itu, setiap beraksi ambil satu besi. Waktu mencuri saya berdua dengan teman saya Novriansyah yang tugasnya memantau situasi,” ucap Pendi.
Setelah berhasil mencuri, besi penutup itu pelaku jual seharga Rp150 ribu per buah ke tempat penjual rongsokan.
“Satunya dapat Rp150 ribu Pak untuk makan istri dan anak. Saya beraksi sore dan dinihari, kalau ada orang lewat pas saya lagi congkel besi, saya setop dulu,” tutupnya menyesal. (**)











