Laporan; Endang Saputra
Muaraenim, sumselupdate.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak pukul 14.30 WIB, Sabtu (03/09/2022) yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), membuat sejumlah ‘masyarakat menjerit’.
Harga BBM jenis Pertalite sebelumnya Rp7.650 naik menjadi Rp10.000 perliter, Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 dan solar dari harga Rp5.150 naik menjadi Rp6.800 perliter. Atas naiknya harga ketiga jenis BBM tersebut membuat cemas sejumlah warga.
Okta (36) seorang ibu rumah tangga di kota Muaraenim mengungkapkan, kecemasannya atas kenaikan harga BBM yang resmi diumumkan hari ini.
Kecemasannya cukup beralaskan karena setiap BMM naik akan diikuti juga kenaikan harga bahan pokok.
“Nah, kalau harga BBM naik biasanya sembako juga naik. Jadi wajarlah kalau kita cemas dengan kenaikan harga BBM ini. Sementara penghasilan kita belum begitu pulih pasca pandemi Covid 19 kemarin,” ungkapnya, Sabtu (03/09/2022) pada media ini.
Sementara itu, Eyik (32) pengusaha jasa angkutan kota Muaraenim mengatakan dengan kenaikan harga BBM ini kemungkinan juga jasa angkutan akan naik juga kisaran 20 persen.
“Kalau melihat kenaikan harga BBM mencapai 20 persen, jadi kemungkinan tarif ongkos Muaraenim – Palembang bisa naik menjadi Rp120.000 dari harga sebelumnya Rp100.000,” terangnya.
Sedangkan, Sastra (35) guru honorer di salah satu sekolah di kecamatan Gunung Megang, kabupaten Muara Enim mengeluhkan akan kenaikan harga BBM tersebut.
“Kenaikan harga ini bagi kami guru honorer ini sangatlah menyedihkan. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan hidup dan lagi ongkos yang bakalan naik otomatis penghasilan akan berkurang lantaran gaji kita selaku honorer tidak naik,”urainya.
Kemudian, ia berharap kepada Pemerintah untuk dapat mengkaji ulang kenaikan harga ini.
“Harapan kita Pemerintah dapat mendengar keluh kesah kami ini dengan harapan dapat mengkaji ulang kenaikan harga BBM ini. Selain ongkos transportasi bakal naik begitu juga dengan sembako biasanya otomatis naik,” pungkasnya. (**)











