Sumedang,Sumselupdate.com – Atlet pencak silat Sumsel, Ryan Sazali hanya mampu meraih medali perak setelah kalah di final kelas F/P 75 kg melawan Ardi pesilat Jatim dalam laga yang digelar di Graha Satria ITB Jatinangor, Sabtu (24/9/2016).
Ryan yang sudah unggul di set pertama harus menerima kekalahan atas Ardi di set ketiga. Mirisnya Ryan yang sudah jauh unggul dalam pengumpulan poin, harus dikecewakan juri dan wasit yang menghitung tendangan pesilat Jatim meski tak mengenai body protect.
“Pertama saya agak kecewa dengan wasit dan juri, okelah hitungan masuk dari Jatim, tapi kenapa poin guntingan dan bantingan tidak masuk hitungan nilai, sudah itu lawan dua kali keluar garis saya tidak dapat poin, “sebut dia.
Ryan yang juga atlet pelatnas ini menambahkan, diakui set pertama dirinya mendominasi pertandingan. Namun setelah adanya pengurangan poin karena melakukan kesalahan, dia mengaku mulai hilang fokus.
“Ya mudah-mudahan ke depannya wasit dan juri lebih fair lagi,” kata dia.
Target untuk medali emas yang gagal tercapai namun tidak terlalu kecewa setelah meraih hasil perak dan mendapatkan bonus dari Danrem.
“Setelah PON saya akan kembali ke Pelatnas, rencana tanggal 1 Oktober nanti ke pusat latihan,” tukas dia.
Sementara itu, pelatih kepala pencak silat, Abas Akbar tidak bisa menutup kekecewaan terhadap sikap wasit. Namun demikian, dia menerima hasil kekalahan atas Jatim yang notabenenya atlet baru.
“Atlet sudah maksimal, tapi kurang beruntung. Kecewa sikap wasit, kemarin juga kita dikecewakan wasit,”sebut dia.
Menurut dia, seharusnya Jatim tak harus mendapatkan poin, dia menilai tendangan yang dilepaskan Ardi bukanlah masuk hitungan poin melainkan spekulasi saja bahkan Jatim terlihat memainkan teknik kata bukan fighting.
“Ke depan kita akan melakukan evaluasi walaupun Ryan juga tetap pelatnas serta Sumsel membuka padepokan untuk mencari atlet silat potensial. Agar target yang dicanangkan terealisasi, hal itu dinilai sudah urgen dan wajib memiliki padepokan silat,” terang dia. (tra)











