Pulang Nonton Organ Tunggal, Seorang Pemuda di OKU Selatan Tewas Ditembus Pisau Jenis Kujang

Senin, 22 Agustus 2022
Kapolres OKU Selatan AKPB Indra Arya Yudha, SH, MH saat press realese penangkapan pelaku pembunuhan Doni Agusman, Senin (22/8/2022).

Laporan: Roni Andrean

Muaradua, Sumselupdate.com – Usai menonton acara organ tunggal acara HUT ke-77 Republik Indonesia, seorang pemuda di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) tewas setelah dada kanannya ditembus pisau jenis kujang.

Read More

Jasad Doni Agusman (22), warga Desa Kotaway, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan  ditemukan bersimbah darah di pinggir jalan Desa Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.

Usai menghabisi seterunya, pelaku pembunuhan Dadang (25), warga Talang Baru, Dusun VI, Desa Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan  menyerahkan diri ke Sat Reskrim Polres OKU Selatan dengan diantar pihak keluarganya pada hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIB.

Pelaku Dadang saat diamankan di Mapolres OKU Selatan.

Dalam press realese, Senin (22/8/2022), Kapolres OKU Selatan AKPB Indra Arya Yudha, SH, MH menuturkan kronologis peristiwa berdarah ini bermula pada Minggu (21/8) malam, korban menonton acara organ tunggal memeriahkan HUT ke-77 RI.

Sekitar pukul 03.00 WIB acara organ tunggal selesai. Melihat acara selesai, korban hendak pulang ke rumahnya dengan memanggil seorang warga bernama Supri.

Korban saat itu meminta kepada Supri untuk diantar pulang. Namun nada permintaan korban sedikit mengancam akan menikam Supri jika keinginannya ditolak.

https://youtu.be/AFH28TANQHs

Melihat korban yang diduga bawaan mabuk dan melakukan pengancaman, membuat Supri justru menjauh.

Nah, saat kejadian itu rupanya pelaku Dadang melihat dan tak senang tingkah laku korban.

Kemudian secara tiba-tiba pelaku Dadang yang tidak suka dengan tingkah laku korban tersebut, langsung mengeluarkan pisau jenis kujang.

Tanpa banyak bicara, Dadang melakukan penikaman pisau tersebut ke arah tubuh korban dan nahas mengenai dada sebelah kanan dekat leher korban sebanyak satu kali tusukan.

Setelah ditusuk, korban kemudian langsung berlari ke arah semak belukar. Melihat korban berlari, pelaku berusaha mengejar korban.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera  menghalangi dengan cara memegang tubuh pelaku agar tidak mengejar korban.

Jasad Doni Agusman saat ditemukan bersimbah darah di pinggir jalan Desa Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.

Usai lepas dari pegangan warga, pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan. Setelah itu warga sekitar langsung membubarkan diri.

Pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, Kepala Desa (Kades) Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan mendapat informasi dari warga jika ada seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan raya Desa Kembang Tinggi.

Selanjutnya, Kades Kembang Tinggi bersama warga mengecek informasi adanya seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan raya tersebut.

Ternyata setelah diteliti, jasad yang bersimbah darah itu adalah korban penikaman semalam dan dalam keadaan telah meninggal dunia.

Mendapati penemuan tersebut, Kades Kembang Tinggi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Pemaca.

Usai menerima laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Hasilnya, setelah mengetahui identitas pelaku, Kapolsek Buay Pemaca beserta jajaran dengan di-back up Kanit Pidum Sat Reskrim Polres OKU Selatan menuju ke rumah pelaku dan mengimbau tersangka yang melarikan diri ke hutan untuk menyerahkan diri.

Pada hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIB, pelaku diantar keluarganya menyerahkan diri ke Sat Reskrim Polres OKU Selatan.

Usai menyerahkan diri, petugas mengamankan barang bukti satu bilah senjata tajam jenis pisau berbentuk kujang bermata dua tanpa gagang milik tersangka.

Barang bukti senjata tajam jenis Kujang diamankan petugas.

Satu  bilah pisau garpu merek Amalik bergagang kayu warna cokelat muda dan memiliki sarung berbahan kulit milik korban.

Saat ini pelaku sudah diamankan petugas guna mempertanggung-jawabkan perbuatan yang dilakukannya sesuai dengan penerapan hukum yang berlaku.

“Kami selaku penegak hukum senantiasa mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras dalam bentuk apapun dan dalam kondisi apapun, karena ini akan menjadi salah satu potensi ganguaan kantibmas,” kata Kapolres. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts