Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com – Ada pemandangan langka saat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru melakukan kunjungan dan mengecek pelaksanaan Fornas VI sekaligus melantik kepengurusan Pordasi Ogan Ilir yang diketuai AW Noviadi Mawardi di KPT Tanjung Senai Inderalaya, Senin (4/7/2022).
Pasalnya usai melantik kepengurusan Pordasi Ogan Ilir dan melihat eksebishi berkuda, Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar Mawardi melihat permainan layang-layang etnik dan tiga dimensi.
Bahkan bersama Bupati Panca, Herman Deru mengajak bermain layang-layang aduan.
Banyak layang-layang dari berbagai provinsi termasuk Sumsel berbentuk naga. Bahkan ia juga sempat mewawancarai Ama Guntur, warga Tanjungraja yang mendadak berjualan layang-layang aduan.
“Berapa omsetnya sampai saat ini? Laku nggak jualan di sini?,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.
Pedagang layangan tersebut menjawab sampai saat ini sudah 500 buah layang-layang berhasil dijual dengan harga layang-layang Rp3 ribu per buah.
Bahkan ia mengaku kegiatan Fornas VI tersebut menambah pundi-pundi rupiahnya, karena berhasil menjual ratusan layang-layang.
Tak lama kemudian, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung mengajak Bupati Panca bermain layang-layang aduan di lapangan lokasi inagor layang-layang kreasi (pelangi).
“Jangan diputuskan layang-layangnya ini punya Pak Gubernur Herman Deru,” ucap Bupati Panca Mawardi sambil tersenyum sambil menarik benang dan mengatur layang-layang yang berada di udara.
Sempat keduanya bermain layangan lebih dari dua menit. Bahkan tak lama kemudian, Bupati Panca Mawardi juga bermain layang-layang dengan Wabup H Ardhani, hasilnya malah layang-layang Bupati Panca yang putus karena aduan.
“Wah kalah main layang-layang dengan Pak Wabup H Ardhani,” ucapnya tersipu malu.
Gubernur Herman Deru mengatakan Fornas VI merupakan olahraga kreasi di mana bukan hanya menyajikan beragam permainan sambil berolahraga, namun juga meningkatkan perekonomian masyarakat, karena banyak pedagang yang bermunculan untuk berjualan.
“Bayangkan 12 ribu orang datang ke Palembang dan sebagian ke Ogan Ilir untuk berkompetisi dalam Fornas VI ini. Jadi bisa dibayangkan tentunya potensi perekonomian kita akan membaik karena ada perputaran kegiatan dan perekonomian di situ,” ujarnya. (**)











