Laporan: Edwar Heryadi
Palembang, Sumselupdate.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menimpa jamaah Masjid Ar-Rahmah yang berada di Jalan Tanjung Barangan, RT04, RW03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat Ilir, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Aksi curanmor yang terjadi, Sabtu (19/3/2022) sekitar pukul 05.15 WIB terekam jelas dalam kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang oleh pengurus masjid.
Dalam aksinya kali ini, sepeda motor Honda Beat nopol BG 4462 ABO milik Asrul Sani (58), warga Temiyang XII yang diembat pelaku yang dalam kamera pengintai beraksi seorang diri.
Kepada Sumselupdate.com, Asrul Sani menuturkan peristiwa yang dialaminya terjadi saat rakaat pertama shalat Subuh berlangsung.
Menurut Asrul Sani, peristiwa curanmor ini segera dilaporkannya ke Mapolsek IB I Palembang guna diusut dan kasus ini segera terungkap.
Terpisah, Ketua RT 04 Sukaria Darmawan mengatakan, aksi curanmor ini sudah terjadi untuk keempat kalinya dalam tahun 2022.
Maka dari itu, Sukaria Darmawan mengimbau jamaah Masjid Ar-Rahmah dan masyarakat Tanjung Barangan untuk meningkatkan kewaspadaan, karena aksi curanmor ini sudah cukup meresahkan.
Dari catatan Sumselupdate.com, aksi pencurian di Masjid Ar-Rahmah tak hanya kendaraan roda dua, namun kotak amal masjid juga menjadi incaran maling.
Aksi pencurian kotak amal terjadi pada Sabtu (16/5/2020). Saat beraksi, pencurian kotak amal ini juga terekam dalam kamera tersembunyi.
Marbot Masjid Ar-Rahmah, Sigit Haryo Judanto kepada Sumselupdate.com, Minggu (17/5/2020), mengatakan, aksi pencurian kotak amal itu terjadi pada malam minggu.
“Kejadiannya Sabtu (16/5), sekitar pukul 23.40 WIB. Pelakunya memakai sepeda motor matic besar dan mengenakan helm dan nopolnya BG 254 yang nomor ujungnya kabur dengan nomor seri BE,” kata Sigit.
Menurut Sigit, sebelum aksi pencurian kotak amal tersebut dilakukan, pada hari yang sama diduga pelaku terlebih dahulu mengamati suasana.
Sebab menurut Sigit, pada Sabtu kemarin, pelaku datang ke masjid sekitar pukul 18.00 tidak mengenakan helm.
“Pada waktu itu aku tau, sebab aku kiro wong mampir nak buko, sebab kalau lagi berbuko biasonyo aku sambil lihat CCTV siapo bae yang datang pertamo ke masjid,” kata Sigit.
Ternyata pada malam harinya, menurut Sigit pelaku kembali datang dan melakukan aksi pencurian kotak amal yang terbuat dari kayu dan bertiang. (**)











