Harga Pupuk Melambung, Petani di Pagaralam Menjerit

Selasa, 1 Maret 2022
Petani di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan saat menjerit menyusul harga pupuk non subsidi melambung lantaran mengalami kenaikan lebih dari seratus persen.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Petani di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan saat ini menjerit, ini menyusul harga pupuk non subsidi melambung lantaran mengalami kenaikan lebih dari seratus persen.

Read More

Tak hanya harga pupuk terdongkrak, sejumlah kebutuhan untuk mengarapa lahan pertanian yaitu herbisida, fungusida, dan racun hama, harganya ikut terdongkrak.

Kondisi ini membuat petani di Pagaralam harus mengeluarkan modal lebih besar untuk bisa menggarap lahan mereka.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya harga komoditi pertanian di Pagaralam saat ini mengalami penurunan.

Salah seorang petani Pagaralam, Redi Rigata (48) mengatakan, saat ini para petani harus mengeluarkan modal untuk mengelolah lahan mereka.

Pasalnya harga pupuk non subsidi dan racun hama mengalami kenaikkan.

“Ya pak, harga pupuk non subsidi saat ini naik dan harga racun hama juga naik lebih dari seratus persen. Akibatnya kami harus mengeluarkan modal lebih besar untuk bisa menanam komoditi,” ujarnya.

Ditambahkan Redi, meski ada pupuk subsidi namun kualitasnya berbeda dengan pupuk non subsidi.

“Jadi jika ingin hasil panen banyak, maka petani banyak menggunakan pupuk non subsidi,” ujarnya dengan nada getir.

“Selain itu untuk mendapat pupuk bersubsidi kami harus melengkapi sejumlah persyaratan dahulu dan jumlahnya pun harus dibatasi,” katanya.

Petani berharap pemerintah bisa memberikan solusi agar para petani bisa mendapatkan pupuk non subsidi dengan harga normal kembali.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam Gunsono melalui Kasi Pupuk Piter membenarkan harga pupuk non subsidi mengalami kenaikkan.

Namun, dia mengatakan, harusnya tidak menghalangi petani untuk mengelolah lahan karena ada pupuk subsidi.

“Ya benar jika pupuk non subsidi mengalami kenaikkan itu sudah dari pabriknya. Namun petani bisa menggunakan pupuk bersubsidi yang harganya lebih terjangkau. Namun untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi para petani harus membuat kelompok tani,” jelasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts