Aksi Kejahatan Marak di Tengah Polri Menggalakan Vaksinasi Covid-19, Begini Kata Kapolda Sumsel

Kamis, 27 Januari 2022
Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Peristiwa perampokan sepeda motor secara sadis dengan meletuskan senjata api ke arah korban hingga tewas di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, menambah panjang kasus kejahatan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi perhatian publik.

Read More

Di lain pihak, akhir-akhir ini kepolisian tengah disibukkan dengan aktivitas pelaksanaan vaksinasi Covid-19, di mana Polri menjadi garda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum.

Tak heran jika muncul berbagai spekulasi jika kesibukan pihak kepolisian dalam pelaksanaan vaksinasi menjadi pemicu maraknya aksi kejahatan, di mana para pelaku  memanfaatkan situasi tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto langsung merespon jika aksi kejahatan akhir-akhir ini di Sumsel, tidak ada kaitannya dengan aktivitas satuan polisi pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Sama sekali tidak ada terpecah konsentrasi, dalam hal ini tentunya kita sudah membagi sesuai fungsinya, di mana ada yang bertugas di operasional lapangan dan ada yang bertugas di pembinaan masyarakat,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Kamis (27/1/2022).

Menurut Irjen Pol Toni Harmanto meningkatnya kasus kejahatan tidak bisa diukur hanya dengan karena aktivitas polisi yang tengah aktif pada pelaksanaan vaksinasi.

Akan tetapi harus dilihat dari berbagai faktor lainnya untuk menyatakan tingkat kejahatan meningkat.

“Kejahatan atau kejadian yang menonjol, tentunya kita harus melihat berapa lama angka perbandingannya kemudian kejahatan mana saja yang naik, tentunya  harus ada evaluasi yang tepat baru bisa mengatakan ada peningkatan,” jelasnya.

Terkait dengan kasus pembegalan dengan menggunakan senpi seperti yang baru-baru ini terjadi, Toni menuturkan bahwa pihaknya dari awal bersama dengan institusi setingkat maupun asosiasi Perbakin, selalu  menggalakkan Operasi Cipta Kondisi terkait penyalahgunaan senjata api.

“Tentunya kita sudah berkoordinasi dengan  TNI dan Perbakin karena mereka yang punya korelasi dengan senjata api maupun amunisi, apabila Sumsel dikenal dengan adanya home industri senjata api yang jelas langkahnya yakni yang harus kita lakukan adalah dengan kegiatan operasi terhadap praktik tersebut,” tegasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts