Laporan: Syahrial Hadi
Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembacokan yang menimpa seorang wartawan salah satu media online di Kabupaten Muaraenim bernama Teguh S (50), mendapat perhatian serius Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat, H Oktaf Riady kepada Sumselupdate.com, Senin (17/1/2022), sangat menyesalkan masih adanya tindak kekerasan menimpa wartawan.
Maka dari itu, Oktaf Riady mendukung upaya aparat kepolisian dalam hal ini Polsek Gelumbang mengusut tuntas dengan menangkap pelaku dan mengungkap motif dari aksi pembacokan tersebut.
“Ini perlu diusut tuntas agar terang benderang, apakah peristiwa pembacokan ini ada kaitan dengan pemberitaan atau murni tindak kriminalitas,” tegas mantan Ketua PWI Sumsel dua periode ini.
Senada dikatakan Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar yang meminta aparat kepolisian segera mungkin mengusut tuntas peristiwa pembacokan terhadap anggotanya itu.
Selain itu, Firdaus meminta aksi premanisme agar tidak merugikan apalagi sampai mengenai wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.
“Lebih terpenting dari itu, agar wartawan yang bertugas waspada dan hati hati,” kata Firdaus Komar.
Terpisah, Ketua PWI Kota Prabumulih Mulwadi mengatakan jika Teguh S (50) adalah wartawan mahadaya online.com yang tergabung di PWI Kota Prabumulih.
“Terkait adanya pembacokan rekan kita Teguh saya Mulwadi sebagai Ketua PWI Prabumulih mengutuk keras terhadap kekerasan terhadap wartawan karna wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh UU dan berharap aparat penegak hukum secepatnya menangkap pelaku pembacokan tersebut,” tegas pria yang akrab disapa Kemong ini.
Ketua Forum Wartawan Zona 3 Muaraenim, Syahrial Hadi juga meminta agar pihak penegak hukum agar secepatnya menangkap pelaku.
“Kami selaku insan pers berharap agar pihak kepolisian mengusut tuntas, atas pembacokan terhadap rekan kami,” ucapnya.
Kapolsek Gelumbang AKP Morris Widhi Harto, SIK mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP pasca-masuknya laporan dari keluarga korban.
“Saat ini kita sudah meminta beberapa keterangan saksi dan juga meminta keterangan dari korban. Jadi kasus ini masih dalam penyelidikan. Setelah mendapat keterangan dari korban dan saksi-saksi serta hasil olah TKP, kita simpulkan bahwa ini pelakunya satu orang dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih, korban dan istrinya tidak mengenali pelaku,” jelas Kapolsek.
“Kita sekarang lagi melakukan penyelidikan dan nanti kalau sudah ada titik terang, maka akan kita tindak pelakunya, karena barang-barang milik korban tidak diambil. Kita perkirakan motifnya orang ini tidak senang atau ada rasa dendam dengan korban,” tambah Kapolsek lagi. (**)











