Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam,Sumselupdate.com – Pagaralam menjadi salah satu daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang berisiko tinggi penyebaran Covid-19.
Tak heran, saat ini status Kota Pagaralam masuk Zona Merah Covid-19. Mirisnya, program vaksinasi yang digalakkan Pemkot Pagaralam baru 10 persen menyentuh masyarakat.
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni kepada wartawan, Jumat (6/8/2021), mengatakan, belum meratanya program vaksinasi Sinovac ini dikarenakan minat masyarakat untuk mengikuti program ini sangat rendah.
Padahal, kata Alpian, Pemkot Pagaralam sudah menyediakan sembilan tempat untuk warga melakukan vaksinasi.
Sembilan tempat itu masing-masing di RS Besemah Pagaralam, tujuh puskesmas, dan satunya lagi di Kantor Pemkot Pagaralam.
Maka dari itu, menurut Alpian, masuknya 60 vial vaksin Moderna yang tiba di Pagaralam hari ini, secepatnya dilakukan penyuntikan kepada tenaga kesehatan.
“Tentu harapan kami (vaksin Moderna –red) secepatnya dilaksanakan ke tenaga kesehatan yang terutama betul-betul menangani langsung Covid-19, karena dosisnya juga terbatas untuk tenaga kesehatan,” tuturnya.
Senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Desi Elviani saat ditemui Sumselupdate.com, Jumat (6/8/2021).
Menurutnya, tenaga Kesehatan di Kota Pagaralam segera mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga menggunakan Moderna.
Langkah ini dilakukan menyusul status Kota Pagaralam masuk Zona Merah.
“Jadi 840 sasaran vaksin booster atau Moderna yang khusus diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Desi Elviani.
Menurut Desi, vaksin Moderna ini dikhususkan bagi tenaga kesehatan yang sudah menjalani dua kali vaksinasi.
“Mereka akan mendapat vaksin ketiga jika sudah lewat tiga bulan dari vaksinasi tahap dua,” ucapnya.
Desi menjelaskan, vaksin Moderna yang telah ada saat ini sepenuhnya meng-cover seluruh tenaga kesehatan yang sudah mendapat suntikan Vaksin Sinovac dosis pertama dan kedua.
“Saat ini seluruh tenaga kesehatan harus sudah mendapatkan dosis vaksin Sinovac dan dengan adanya vaksin Moderna tentu semua tenaga kesehatan harus kebagian. Harapan kami semoga ke depan vaksin Moderna kembali bisa diterima untuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan dari penularan Covid-19,” harapnya. (**)











